Kerajinan Nampan Kerang Dikirim Sampai Eropa, Syafudin Raup Omzet Capai Rp 10 Juta per Bulan

Semenjak tahun 2007, Muhamad Syafudin (32) asal Sumenep, Madura, melakoni pekerjaan sebagai perajin nampan kerang di Bali

Kerajinan Nampan Kerang Dikirim Sampai Eropa, Syafudin Raup Omzet Capai Rp 10 Juta per Bulan
Tribun Bali/Rino Gale
Kerajinan nampan dari kerang dan mangkuk kayu manis, yang diproduksi perajin Muhamad Syafudin (32) asal Sumenep, Madura, di kediamannya Jalan By Pass Ngurah Rai, Gang Wijaya III, Denpasar, Bali. 

Kerajinan Nampan Kerang Dikirim Sampai Eropa, Syafudin Raup Omzet Capai Rp 10 Juta per Bulan

Laporan Wartawan Tribun Bali, Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Semenjak tahun 2007, Muhamad Syafudin (32) asal Sumenep, Madura, melakoni pekerjaan sebagai perajin di Bali.

Salah satunya kerajinan nampan yang terbuat dari kerang biru dan kerang kapes.

Saat dijumpai di kediamannya, Jalan By Pass Ngurah Rai, Gang Wijaya III, Denpasar, Bali, ia bersama istri dan para pekerjanya sedang menggarap kerajinan nampan tersebut.

Pengerjaannya satu nampan membutuhkan 5 sampai 10 menit saja.

"Awalnya kan kami buat cetakan yang terbuat dari triplek. Setelah dibuat cetakan berbentuk persegi panjang, kemudian kami tempelkan hiasan-hiasan kerang dan diresin. Yang jelas kerang-kerangnya akan menutupi seluruh cetakan itu," ujarnya.

Ia sengaja membuat kerajinan nampan yang terbuat dari kerang karena banyak peminatnya.

Tidak hanya lokal melainkan sampai mancanegara.

"Ini kami sedang buat 300 nampan untuk pesenan dari Eropa. Gak tahu Eropa mana, kan kami kirimnya ke pengepulnya. Kalau dijual ke daerah Bali seperti Bedugul dan Badung itu per bijinya dijual kisaran Rp 60-65 ribu, ya tergantung ukurannya," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved