Kini Jadi Terbesar di Bali, Krisna Oleh-Oleh Pernah Ada Gesekan dengan Pedagang Pasar Seni

Dibalik suksesnya kerajaan bisnis pusat oleh-oleh milik Ajik Krisna ini, ternyata pernah terjadi gesekan dengan para pedagang pasar oleh-oleh

Kini Jadi Terbesar di Bali, Krisna Oleh-Oleh Pernah Ada Gesekan dengan Pedagang Pasar Seni
Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
Krisna Oleh-Oleh di Jalan Sunset Road, Badung, Bali, Jumat (13/4/2019). Kini Jadi Terbesar di Bali, Krisna Oleh-Oleh Pernah Ada Gesekan dengan Pedagang Pasar Seni 

Kini Jadi Terbesar di Bali, Krisna Oleh-Oleh Pernah Ada Gesekan dengan Pedagang Pasar Seni

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Krisna Oleh-Oleh Bali kini menjadi pusat oleh-oleh terbesar di Bali yang berdiri sejak 16 Mei 2007.

1 dari 14 jenis bisnis Krisna Holding Company (KHC) yang dimiliki oleh Ajik Krisna ini telah memiliki 7 outlet megah dan mewah yang tersebar di berbagai lokasi di Bali.

Meski demikian, dibalik suksesnya kerajaan bisnis pusat oleh-oleh milik Ajik Krisna ini, ternyata pernah terjadi gesekan dengan para pedagang pasar oleh-oleh.

"Sekitar tahun 2009 saya telah mendengar banyak teguran dan sentilan. Bahkan saat saya datang ke Pasar Seni Sukawati, kebetulan saya memakai baju Krisna, ada salah satu pedagang bilang gara-gara ada Krisna kunjungan ke Pasar Seni jadi sepi," cerita Manajer Krisna Oleh-Oleh, Ayu Saraswati.

Menanggapi berbagai macam sentilan, Ayu mengatakan bahwa Krisna tetap ingin wisatawan lebih dahulu berkunjung ke pasar oleh-oleh.

"Setelah itu, akhirnya tiang menemui kepala Pasar Seni 1, 2, 3 dan 4. Kami menawarkan apa yang bisa kami bantu misal untuk melakukan perbaikan pasar," tambahnya.

Tak hanya itu, Krisna Holding Company (KHC) kemudian mengadakan acara gathering bersama para Kepala Pasar Seni Sukawati di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat.

"Saat itu kami sampaikan kepada para travel agent sebelum datang ke Krisna untuk datang terlebih dahulu ke Pasar Seni Sukawati. Kami tetap berusaha bersinergi agar tidak ada gesekan dan kesenjangan," ucapnya.

Dalam acara gathering tersebut, para kepala pasar menjadi keynote speaker untuk mempromosikan pasar seni di depan 700 travel agent dari masing-masing provinsi.

(*)

Penulis: Noviana Windri
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved