Lagi, Ular Masuk Rumah Warga di Denpasar

Lagi, seekor ular masuk rumah warga di Kota Denpasar. Kali ini jenis ular piton sepanjang 2 meter

Lagi, Ular Masuk Rumah Warga di Denpasar
BPBD Kota Denpasar
Penangkapan ular masuk warga di Denpasar, Bali, Sabtu (14/9/2019) kemarin sekitar pukul 10.46 Wita. Lagi, Ular Masuk Rumah Warga di Denpasar 

Lagi, Ular Masuk Rumah Warga di Denpasar

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Lagi, seekor ular masuk rumah warga di Kota Denpasar.

Kejadian ini terjadi Sabtu (14/9/2019) pukul 10.46 Wita, di Perumahan Grend Kori Jalan Nuansa Hijau, Ubung kaja Denpasar Utara, Bali.

Jenis ular tersebut merupakan ular piton dengan panjang 2 meter dan diameter 5 cm.

Untuk melakukan penangkapan, BPBD Kota Denpasar mengarahkan regu pemadam Pos Cokro BPBD Kota Denpasar ke lokasi.

Menurut Kepala BPBD Kota Denpasar, IB Joni Ariwibawa beberapa waktu lalu ketika dikonfirmasi Tribun Bali, agar kejadian ular masuk rumah tak terulang ia mengimbau masayarakat membersihkan lingkungan sekitar dari rerimbunan semak yang bisa menarik perhatian ular.

Menurut pemelihara ular yang tinggal di Denpasar, Ketut Oka Widhiartana, biasanya ular akan masuk ke rumah warga saat musim hujan.

Hal ini dikarenakan pada musim hujan, sarang ular tersebut tergenang air sehingga ular tersebut kebanyakan memilih keluar sarang.

Selain itu, juga banyak telur ular akan menetas pada akhir tahun, sehingga populasi ular di akhir tahun akan semakin meningkat.

Jika tak mau rumah Anda dimasuki ular, maka rajinlah membersihkan rumah.

Jangan biarkan rumah lembap.

“Ular suka tempat lembap, jika rumah lembap maka ular gampang masuk rumah. Sehingga rumah harus wangi, karena ular tidak suka wangi-wangian,” kata Oka saat ditemui di rumahnya, Kamis (9/5/2019) lalu.

Selain itu di setiap pintu masuk juga dipasang ‘jimat’ yang ampuh untuk menangkal ular masuk rumah.

‘Jimat’ tersebut yakni keset ijuk.

“Pada pintu masuk taruh keset ijuk, karena ular takut lewat keset yang bergerigi karena takut badannya tertusuk keset itu,” katanya.

Oka menambahkan, biasanya ular akan birahi dan kawin saat pertengahan tahun.

Dan dalam setahun hanya bisa berkembang biak sekali.

Jumlah telurnya pun tergantung ukuran ular, semisal untuk ular piton seukuran tiang listrik mampu menghasilkan telur hingga 60 butir.

Dari masa hamil hingga bertelur dibutuhkan waktu 3 bulan, dan untuk menetaskan telur juga butuh waktu 3 bulan.

“Ada juga ular yang menetaskan telurnya di dalam perutnya dan keluar jadi anak. Seperti anaconda langsung mengeluarkan anak, atau ular hijau ekor merah langsung keluar anak,” katanya.

(*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved