Wiki Bali

TRIBUN WIKI - I Wayan Sugita, "Patih Agung" yang Tak Kenal Lelah Lestarikan Drama Gong

I Wayan Sugita (54) tak mau menyerah begitu saja, dan sampai saat ini terus berupaya berkarya melestarikan seni drama gong

TRIBUN WIKI - I Wayan Sugita,
Dinas Kebudayaan Provinsi Bali
Seniman drama gong, I Wayan Sugita. TRIBUN WIKI - I Wayan Sugita, "Patih Agung" yang Tak Kenal Lelah Lestarikan Drama Gong 

TRIBUN WIKI - I Wayan Sugita, "Patih Agung" yang Tak Kenal Lelah Lestarikan Drama Gong

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seni Drama Gong telah banyak melalui pasang surut.

Sempat jaya pada era 1980an, seni yang tergolong seni teater ini sempat meredup digantikan seni-seni pertunjukan lainnya, sehingga menyebabkan banyak seniman drama gong mesti “pensiun”.

Tetapi I Wayan Sugita (54) tak mau menyerah begitu saja, dan sampai saat ini terus berupaya berkarya melestarikan seni yang telah membesarkan namanya.

Kemahirannya memerankan peran antagonis sebagai Patih Agung selalu mengundang caci maki penonton.

Bukan karena penampilannya yang buruk, melainkan karena ia berhasil memainkan lakon tersebut hingga membuat penonton terhanyut dengan akting yang diperankan.

Sosok yang terkenal lewat peran Patih Agung ini pertama kali mencicipi seni drama gong pada tahun 1984 dengan tampil bersama sekaa drama gong Saraswati mewakili Kabupaten Gianyar dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) hingga meraih juara 2.

Momen inilah yang jadi pelecut semangat Sugita untuk terus mendalami drama gong.

Seiring berjalannya waktu, seniman asal Banjar Bukit Batu, Samplangan, Gianyar ini terus menekuni perannya sebagai Patih Agung.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved