7 Pelanggar KTR Didenda Rp 200 Ribu, PKL Rp 300 Ribu, Pelanggar Perda Disidang Tipiring

Sebanyak sembilan pelanggar Perda ditipiring dalam sidang Senin (16/9/2019), di Banjar Gerenceng, Denpasar, Bali

7 Pelanggar KTR Didenda Rp 200 Ribu, PKL Rp 300 Ribu, Pelanggar Perda Disidang Tipiring
Satpol PP Kota Denpasar
Sidang tipiring di Banjar Gerenceng, Denpasar, Bali, Senin (16/9/2019). 7 Pelanggar KTR Didenda Rp 200 Ribu, PKL Rp 300 Ribu, Pelanggar Perda Disidang Tipiring 

7 Pelanggar KTR Didenda Rp 200 Ribu, PKL Rp 300 Ribu, Pelanggar Perda Disidang Tipiring

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hari ini, Senin (16/9/2019), kembali dilaksanakan sidang tindak pidana ringan (tipiring) yang mengambil lokasi di Banjar Gerenceng, Denpasar, Bali.

Sebanyak sembilan pelanggar Perda ditipiring dalam sidang dengan hakim I Made Pasek dan I Made Wisnawa ini.

Kesembilannya meliputi tujuh pelanggar Kawasan Tanpa Rokok (KTR), satu pedagang kaki lima yang berjualan di badan jalan dan satu orang pembuang sampah sembarangan.

Tujuh orang pelanggar KTR di RSUP Sanglah dan Tiara Dewata yakni AA Bagus Ariasa, I Ketut Ardana, Aloysius B Parera, Mastoha, I Ketut Bagiarta, I Gusti Ngurah Anom Wahyudi, dan Made Wahyu Supriyatna, masing-masing didenda Rp 200 ribu dengan subsider kurungan selama tiga hari.

Sementara PKL dan pembuang sampah sembarangan didenda masing-masing Rp 300 ribu dengan subsider kurungan selama tiga hari.

Kasatpol PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan pelaksanaan sidang tipiring ini merupakan upaya memberikan efek jera bagi masyarakat yang melanggar Perda.

Pelaksanaan sidang tipiring dilakukan di banjar merupakan bentuk sosialisasi Perda guna meminimalisir pelanggaran perda oleh masyarakat.

"Sidak dan tipiring ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk penegakan perda dan menyosialisasikan perda itu sendiri, sehingga masyarakat dapat mengaplikasikan dan mentaatinya," katanya.

Lebih lanjut dikatakan, masih adanya laporan dari masyarakat akan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat menjadikan Satpol PP Kota Denpasar gencar malaksanakan sidak.

Hal ini juga guna memastikan tidak adanya aktivitas yang justru dapat merugikan dan mengganggu orang lain.

"Sidak ini akan terus kami lakukan sampai masyarakat paham akan pentingnya taat aturan, dan dipilihnya banjar sebagai lokasi pelaksanaan sidang tipiring adalah untuk memberikan efek jera sekaligus sebagai wahana sosialisasi perda bagi masyarakat," katanya.

(*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved