Dimutasi dari Sekda ke Staf Ahli, Gede Adnya Gugat Bupati Karangasem Mas Sumatri

Dimutasi dari Sekda ke Staf Ahli, Gede Adnya Gugat Bupati Karangasem Mas Sumatri

Dimutasi dari Sekda ke Staf Ahli, Gede Adnya Gugat Bupati Karangasem Mas Sumatri
Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumantri 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Mantan Sekda Karangasem, I Gede Adnya Mulyadi melakukan perlawanan hukum terhadap Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumantri.

Adnya Mulyadi menempuh upaya hukum di PTUN Denpasar, karena dimutasi dari jabatannya sebagai sekretaris daerah (sekda) menjadi staf ahli oleh Bupati Mas Sumantri pada Juli lalu.

Sidangnya pun telah berlangsung di PTUN Denpasar, Senin (16/9/2019).

Di persidangan, baik oleh Pemohon (Adnya Mulyadi dan tim penasihat hukum) maupun Termohon (Bupati Karangasem) menghadirkan beberapa saksi fakta, yakni tiga orang penting di Gumi Lahar.

Pihak Pemohon Adnya Mulyadi menghadirkan Ketua DPRD Karangasem, I Gede Dana dan Mantan Ketua DPRD Karangasem, Nengah Sumadi sebagai saksi.

Sedangkan Termohon Mas Sumatri melalui Pemda Karangasem menghadirkan Kepala BKD Karangasem, I Gusti Gede Rinceg sebagai saksi fakta.

Sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Uis Riyanti, didampingi Hakim Anggota Diana Yustikasari dan Anita Linda Sugiarto sempat hujan interupsi dari pihak Pemohon dan Termohon.

Penasihat hukum Pemohon yang dikoordinir I Made Bandem Danan Jaya dan tim penasihat hukum Termohon yang terdiri dari AA Gede Parwata, Komang Suarnata Kabag Hukum, dan Helmi Hidayat saling interupsi mengajukan keberatan materi pertanyaan hingga kapasitas saksi.

Para pihak pun saling adu argumen.

Di persidangan, Sumadi dan Dana dari masing-masing memberikan keterangan, bahwa mereka mendengar dan mengetahui adanya penghentian Pemohon dari kursi sekda.

Halaman
1234
Penulis: Putu Candra
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved