Dimutasi dari Sekda ke Staf Ahli, Gede Adnya Gugat Bupati Karangasem Mas Sumatri

Dimutasi dari Sekda ke Staf Ahli, Gede Adnya Gugat Bupati Karangasem Mas Sumatri

Dimutasi dari Sekda ke Staf Ahli, Gede Adnya Gugat Bupati Karangasem Mas Sumatri
Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumantri 

Atas polemik itu, dewan mengaku sempat bertanya ke BKD Bali, soal keabsahan pergantian sekda.

Sumadi menjelaskan, saat itu BKD menjelaskan soal mekanisme pergantian sekda secara umum.

"Namun poin yang didapat, bahwa Bupati Karangasem melakukan pergantian Sekda Karangasem, dinilai kurang tepat," kata Sumadi.

Hal yang tidak jauh beda juga diungkapkan Dana.

Bedanya, Ketua DPRD Karangasem ini mengetahui penghentian Adnya Mulyadi sebagai sekda pada 22 Juli 2019 dari komunikasi sesama dewan.

Ia juga mengetahui kisruh dari berita di koran.

Dia juga menjelaskan pernah ada rapat kerja dengan eksekutif.

Ada kepala BKD, Karangasem, hadir pula Adnya Mulyadi.

Kata Dana, saat itu ada dari BKD mengatakan, Gede Adnya Mulyadi masih sebagai Sekda.

"Itu tanggalnya pasti setelah 22 Juli," sebutnya.

Sementara itu, Rinceg mengaku mengetahui surat keberatan yang dikirim Pemohon kepada bupati.

Rinceg sempat menjadi bulan-bulanan setelah mengetahui menerima surat keberatan pada 21 Agustus 2019.

Padahal, surat dikirim pemohon kepada bupati pada 6 Agustus 2019.

Rinceg berdalih surat Pemohon berproses di bagian umum sekretariat daerah (setda) Pemkab Karangasem.

Setelah menerima kemudian Rinceg memerintahkan bawahannya melakukan rapat sesuai disposisi Plh Sekda Karangasem.

Yakni membalas surat keberatan pemohon dalam waktu sembilan hari kerja.

Pihaknya kemudian melakukan pembahasan dengan Kabag Hukum dan tim Inspektorat. Rinceg mengaku sempat melaporkan pada 26 Agustus. Bupati memerintahkan agar secepatnya menjawab surat pemohon.

"Sebelumnya kami tidak sempat melapor karena Bupati ada di Korea," terangnya.

Pada 2 September surat jawaban dikirim ke pemohon atas nama Bupati Karangasem.

Sidang selanjutnya tanggal 19 September dengan agenda Pemohon mengajukan bukti berupa surat. Putusan sidang akan dibacakan pada 24 September.(*)

Penulis: Putu Candra
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved