DLH Tabanan Bersurat ke Bupati, Usulkan 133 Penyuluh Sampah

Dinas Lingkungan Hidup Tabanan mengusulkan sebanyak 133 orang tenaga penyuluh sampah ke Bupati Tabanan.

DLH Tabanan Bersurat ke Bupati, Usulkan 133 Penyuluh Sampah
Ilustrasi/pixabay.com
Ilustrasi timbunan sampah plastik 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Dinas Lingkungan Hidup Tabanan mengusulkan sebanyak 133 orang tenaga penyuluh sampah ke Bupati Tabanan.

DLH Tabanan sudah bersurat kepada Bupati dengan tembusan Wakil Bupati, Sekda serta ke BKPSDM Tabanan

Dalam surat tersebut ada beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi oleh para pelamar penyuluh sampah.

Diantaranya, pendidikan Minimal SMA/sederajat, berdomisili/tinggal di Kabupaten Tabanan, mempunyai pengalaman dalam mengelola sampah / bank sampah serta sehat jasmani/rohani.

Pengajuan usulan tersebut kini sedang digodok dan menunggu persetujuan Bupati.

"Kami sudah mengajukan surat permohonan kepada Bupati dan tembusan ke Wakil, Sekda dan BKPSDM sebanyak 133 orang serta dilampirakan syaratnya beberapa waktu lalu," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tabanan, I Made Subagia, Minggu (15/9/2019).

Subagia berharap pengajuan tersebut bisa dipertimbangkan oleh pimpinan.

Sebab, tugas dari penyuluh sampah ini sangat diperlukan untuk membantu mengolah dan mengurangi sampah plastik yang saat ini menjadi ancaman lingkungan.

Nantinya, kata dia, tugas utama dari penyuluh ini lebih menekankan terhadap perilaku memilah sampah dengan konsep Reduce, Reuse, Recycle (3R).

Selain itu, perekrutan tenaga diperlukan sesuai dengan juknis program pemberdayaan sampah berbasis desa dari Direktorat Pengelolaan Sampah Limbah B3.

Nantinya para penyuluh memiliki tiga tugas pokok yakni memantau, mendampingi (melatih) dan melaporkan terkait pengelolaan sampah di desa.

"Jadi, sesuai dengan juknis proram pemberdayaan sampah berbasis desa dari Direktorat Pengelolaan Sampah Limbah B3. Pemilahan sampah dengan konsep 3R ini akan lebih ditekankan, sehingga bank sampah akan tetap ada untuk pembinaan ke masyarakat agar melaksanakan pemilahan sampah dari sumbernya dengan konsep 3R, baik sampaj yang berasal dari rumah tangga maupun pasar," jelasnya.

Subagia mengakui mungkin saat ini masih berproses dan sedang mempertimbangkan berbagai hal untuk perekrutannya.

"Dan sekarang itu semua masih dalam proses mungkin masih mempertimbangkan regulasi dan anggarannya," tandasnya. (*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved