Gamelan Mandolin, Alat Musik Tradisional Melegenda yang Dilestarikan Warga Pujungan

Gamelan Mandolin kini masih dilestarikan masyarakat Banjar Mertasari, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan

Gamelan Mandolin, Alat Musik Tradisional Melegenda yang Dilestarikan Warga Pujungan
Tribun Bali/Made Prasetia Aryawan
Gamelan Mandolin kini masih dilestarikan masyarakat Banjar Mertasari, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Gamelan Mandolin kini masih dilestarikan masyarakat Banjar Mertasari, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan.

Alat musik tradisional yang menyerupai kecapi ini kerap dimainkan di berbagai acara mulai dari memeriahkan hari nasional serta kerap mengiringi upacara keagamaan Hindu.

Mandolin ini terdiri dari beberapa alat, di antaranya trampa yang langsung dengan rensonatornya, lima buah senar, penggesek, serta panggul.

Gambelan Mandolin di Desa Pujungan terdiri dari 6 buah instrumen dan masing-masing instrumen memiliki lima buah senar.

Cara memainkannya adalah dengan cara digesek menggunakan tangan kanan dan tangan kiri untuk menekan panggulnya.

Diceritakan, Gamelan Mandolin ini muncul pada zaman penjajahan ratusan tahun silam.

Saat itu gamelan yang merupakan warisan dari leluhur orang China ini muncul di wilayah Buleleng dan seiring waktu berjalan, sekitar tahun 1930 silam kemudian mulai bergeser menuju Kabupaten Tabanan, khususnya Kecamatan Pupuan.

Mandolin kemudian dikembangkan oleh seorang warga setempat yang merupakan seorang pegiat seni.

Akhirnya Mandolin hingga saat ini tetap dilestarikan oleh warga Pupuan, khususnya Banjar Mertasari, Desa Pujungan.

Bendesa Adat Pujungan, I Wayan Sedana mengatakan Gamelan Mandolin ini merupakan warisan kesenian tradisional dari leluhur.

Halaman
12
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved