Gedung Utama Rehabilitasi Narkoba Dibangun Tahun Depan, RSJP Dipastikan Kekurangan Tenaga Perawat

Rumah Sakit Jiwa Provinsi (RSJP) Bali di Bangli dipastikan akan mengalami kekurangan jumlah perawat untuk menangani pasien rehabilitasi narkoba

Gedung Utama Rehabilitasi Narkoba Dibangun Tahun Depan, RSJP Dipastikan Kekurangan Tenaga Perawat
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
GEDUNG BARU - Kondisi pembangunan gedung rehabilitasi narkoba di RSJP Bali, Minggu (15/9/2019). Direktur RSJP Bali, Dewa Gede Basudewa. Gedung Utama Rehabilitasi Narkoba Dibangun Tahun Depan, RSJP Dipastikan Kekurangan Tenaga Perawat 

Gedung Utama Rehabilitasi Narkoba Dibangun Tahun Depan, RSJP Dipastikan Kekurangan Tenaga Perawat

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Rumah Sakit Jiwa Provinsi (RSJP) Bali di Bangli dipastikan akan mengalami kekurangan jumlah perawat untuk menangani pasien rehabilitasi narkoba.

Kondisi ini menyusul adanya pembangunan sarana gedung penunjang dengan kapasitas dua kali lebih besar.

Direktur RSJP Bali, Dewa Gede Basudewa menjelaskan, pembangunan sarana gedung penunjang itu berdasarkan Undang-undang Kesehatan Jiwa Nomor 18 Tahun 2014 pasal 54.

Disebutkan, peran RSJ juga menjadi tempat rehabilitasi pecandu narkotika.

“Pada pasal tersebut menyebutkan rumah sakit jiwa harus menyiapkan sekurang-kurangnya 10 persen tempat tidurnya untuk perawatan rehab narkotika. 10 persen itu dari total jumlah bed yang tersedia. Di samping itu juga disebutkan harus dipisahkan antara pasien usia muda dan dewasa, serta dipisahkan antara jenis kelaminnya,” jelas dia, Minggu (15/9/2019).

Kata Basudewa, dasar penyiapan tempat pelayanan rehabilitasi terstandar juga sesuai dengan pasal 54 Undang-undang 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Di mana negara harus menyiapkan tempat bagi mereka yang pecandu, korban penyalahguna, atau penyalahguna narkotika.

“Terstandar yang dimaksud menggunakan standar Badan Narkotika Nasional. Detail Engineering Design (DED) sudah kami buat tahun 2018, dan saat ini sedang dalam tahap pengerjaan sebagian," ujarnya.

"Jadi yang saat ini dibangun adalah tempat administrasi, tempat rawat inap bagi anak dan remaja, serta tembok keliling setinggi tiga meter. Nanti tahun 2020 dilanjutkan pembangunan gedung utama, yakni gedung-gedung sesuai standar BNN,” sambung dia.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved