Hoax Belanja Bawa Plastik Kena Denda Rp 500 Ribu, Kadis LH Denpasar: Laporkan ke Pihak Berwajib

Beberapa hari terakhir tersebar pesan secara berantai lewat media sosial terkait denda bagi yang membawa tas kresek saat berbelanja.

Hoax Belanja Bawa Plastik Kena Denda Rp 500 Ribu, Kadis LH Denpasar: Laporkan ke Pihak Berwajib
Tribun Bali/Putu Supartika
Kadis DLHK Kota Denpasar, I Ketut Wisada. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Beberapa hari terakhir tersebar pesan secara berantai lewat media sosial terkait denda bagi yang membawa tas kresek saat berbelanja.

Dalam pesan tersebut dituliskan dendanya sebesar Rp 500 ribu dan langsung ditindak.

Operasi ini dikatakan sebagai operasi agung.

"Hindari dulu utk membawa tas kresek kalau berbelanja di super market, mini market khususnya di denpasar, badung dan sekitarnya. Serta kabupaten lain di Bali. Krn oprasi agung ini melibatkan semua elemen keamanan terutama oprasi gabungan.jangan sampai diantara teman" ada yg kena denda sebesar Rp 500.000 langsung ditempat. Demikian juga agar tidak me-rokok di tempat umum dan atau sedang berkendara karena termasuk didalam operasi agung. Smoga bermanfaat," begitu bunyi salah satu pesan tersebut.

Terkait pesan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar, I Ketut Wisada mengatakan apa yang ada dalam pesan tersebut tidak benar alias Hoax.

Bahkan dirinya juga mendapat laporan dari beberapa warga yang kena denda tersebut.

"Ada yang menelepon saya, katanya pembantunya yang belanja ke pasar bawa kresek kena Rp 200 ribu. Juga ada tukang ojek online yang dilaporkan kena Rp 400 ribu saat mengantarkan makanan dengan kresek. Saat kami cek ke pedagangnya, dia juga kena," kata Wisada, Senin (16/9/2019) siang saat ditemui usai rapat Sakip di Kantor Walikota Denpasar.

Pihaknya pun mengatakan hal itu tidak benar dan sampai saat ini belum ada penindakan berupa denda.

Dikarenakan saat ini pengurangan penggunaan kantong plastik masih dalam tahap sosialisasi.

"Saya klarifikasu dari Penkot Denpasar belum sampai ke tahap penindakan, baru tahap soisalisasi pengurunagn sampah plastik," katanya.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved