Menghidupkan Kembali Pusat Ekonomi Kerajaan di Bali, Desa Adat Gelgel Hidupkan Pasar Zaman Kerajaan

Desa Gelgel selama ini terknal sebagai pusat dari kerajaan di Bali.Demikian pula kehidupan perekonomian Bali, pada saat itu berpusat di Gelgel

Menghidupkan Kembali Pusat Ekonomi Kerajaan di Bali, Desa Adat Gelgel Hidupkan Pasar Zaman Kerajaan
Dok/Tribun Bali
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta meresmikan pasar Swecapura, Desa Gelgel, Klungkung. 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG -- Desa Gelgel selama ini terkenal sebagai pusat dari kerajaan di Bali.

Demikian pula kehidupan perekonomian Bali, pada saat itu berpusat di Gelgel sebagai pusat Kerajaan di Bali.

Latar belakang historis tersebut, membuat desa adat Gelgel kembali membangkitkan perekonomian dengan merevitalisasi pasar Swecapura.

"Pasar ini merupakan pasar dari zaman kerajaan, yang berjualan pun dari semua kecamatan yang ada di Klungkung daratan," ujar Kepala Pasar Swecapura Gelgel Wayan Suparta, Senin (16/9/2019).

Revitalisasi pasar Swecapura ini mengabiskan biaya sebesar Rp 800 juta, yang bersumber dari pengasilan pasar.

Revitalisasi dikerjakan selama lima bulan.

"Saya berharap dengan revitalisasi ini bisa membuat pedagang lebih nyaman, serta aman berjualan disini. Saya meminta para pedagang untuk menjaga kebersihan pasar serta harus memilah sampah organik dan anorganik yang sudah disiapkan," ungkapnya.

Pasar Swacapura di Desa Gelgel ini diresmikan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Minggu (15/9).

Suwirta dalam sambutannya, mengapresiasi mengucapakan terimakasih kepada Bendesa Gelgel atas kinerjanya.

Terlebih tanpa banhak campur tangan pemerintah, desa adat sudah bisa merevitalisasi pasar desa dengan penataan konsep pasar yang sama dan setara dengan pasar yang dikelola di Kabupaten Klungkung.

"Tidak hanya menjadi tempat bertransaksi, dengan merevitalisasi pasar ini nantinya diharapkan akan lebih menghidupkan roda perekonomian di Desa tentunya bisa meningkatan pendapatan Desa Adat, sehingga pembangunan Desa Adat berjalan lebih baik dan mendukung desa wisata yang sudah berkembang," ungkap Suwirta. (*) 

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved