Meski Dapat Ganti Rugi Jika Gagal Panen, Petani Masih Enggan Ikuti Program Asuransi Pertanian

Padahal ketika petani mengikuti asuransi itu, maka akan mendapat ganti rugi sebesar Rp 6 juta per hektare ketika tanaman padi gagal panen.

Meski Dapat Ganti Rugi Jika Gagal Panen, Petani Masih Enggan Ikuti Program Asuransi Pertanian
Tribun Bali / I Wayan Erwin Widyaswara
Ilustrasi gagal panen 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana sejak akhir tahun lalu mencanangkan program asuransi pertanian.

Hanya saja, dalam sembilan bulan berjalan ini, program terhadap petani ini masih kurang diminati.

Di Jembrana, hanya satu subak yang mengikuti program tersebut.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, Wayan Sutama mengatakan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi. Namun, respons dari masyarakat masih kurang.

Padahal ketika petani mengikuti asuransi itu, maka akan mendapat ganti rugi sebesar Rp 6 juta per hektare ketika tanaman padi gagal panen.

"Saat ini minat petani untuk mengikuti program asuransi pertanian ini masih kurang, mungkin ya, mungkin karena sosialisasi yang belum optimal," ucapnya, Minggu (15/9/2019).

Sutama menuturkan, asuransi yang dikalim nantinya itu bisa cukup untuk membeli bibit, pupuk, dan pengolahan lahan pertanian milik petani. Jembrana memiliki luas lahan pertanian sebanyak 6.878,40 hektare.

Jumlah tersebut terdiri dari 1.263 hektar luas lahan pertanian di Kecamatan Melaya. Kecamatan Negara terdapat 1.837,60 hektar dan Kecamatan Jembrana 921,26 hektare.

Jumlah lahan terluas terdapat di Kecamatan Mendoyo, 2.238,54 hektare serta Kecamatan Pekutatan 588 hektare.

"Subak yang ikut itu subak Pecelengan Pedukuhan, Desa Mendoyo Dangin Tukad, Kecamatan Mendoyo. Dan luas lahannya sekitar 35 hektare dengan jumlah petani 264 yang mengikuti program asuransi pertanian," ungkapnya.

Halaman
123
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved