Rata-rata Debit Turun 1.000 Meter Kubik Sepekan, Warga Karangasem Sulit Air Bersih

Debit air di sejumlah embung (waduk) di Karangasem turun. Warga pun kebingungan mencari air bersih.

Rata-rata Debit Turun 1.000 Meter Kubik Sepekan, Warga Karangasem Sulit Air Bersih
Tribun Bali/Saiful Rohim
Dok. Tribun Bali - Air waduk di Banjar Dinas Jumenang, Desa Bukit, Karangasem tampak keruh belum lama ini. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Debit air di sejumlah embung (waduk) di Karangasem turun. Warga pun kebingungan mencari air bersih.

Debit air waduk yang mengalami penurunan berada di Kecamatan Kubu, Bebandem, Karangasem, Abang, Selat, dan Kecamatan Rendang.

Kepala Bidang Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Karangasem, Made Wiguna menjelaskan, waduk yang dipantau Dinas PUPR Karangasem sebanyak 17 unit.

Debit air di semua waduk turun lantaran digunakan warga. Penurunan debit rata-rata 1.000 meter kubik dalam sepekan.

"Ada beberapa embung yang menurun drastis, ada juga yang turun sedikit. Intinya debit air yang ada cukup untuk memenuhi kebutuhan warga. Baik untuk konsumsi, peternakan, maupun pertanian masyarakat,"ungkap Made Wiguna, Minggu (15/9/2019).

Ia menjelaskan, waduk yang debit airnya turun yakni Embung Tukad Buah II di Seraya Timur, Kecamatan Karangasem.

Debit air yang turun dari 1.961 meter kubik jadi 943 meter kubik. Embung Baturinggit, Dusun Bantas, Desa Baturinggit, Kecamatan Kubu. Debit turun dari 5.480 kubik menjadi 2.493 kubik.

Embung Tanah Aron, Banjar Tanah Aron Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem. Debit air turun dari 6.137 jadi 2.197 meter kubik.

Embung Temukus, Desa Besakih, Kecamatan Rendang debitnya turun dari 2.237 menjadi 1.663 meter kubik. Embung Telun Buana menurun dari 9.118 jadi 7.496 meter kubik.

Untuk embung yang tercemar bakteri E-coli, kata Wiguna, petugas dari Dinas PUPR Karangasem telah menyosialisasikan ke warga agar memasak sebelum konsumsi.

Sosialisasi yang dilakukan sesuai arahan Dinas Kesehatan (Dinkes) Karangasem. Warga dilarang konsumsi air embung secara mentah.

“Dari Dinas Kesehatan kalau air (embung) setelah di rebus lebih dulu tak masalah. Untuk memberitahu itu, kita sudah melayangkn surat himbau kepada masyarakat melalui perbekel setempat. Nanti perbekel menginformasikan kepada warganya terkait itu,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, ada lima embung di Karangasem yang tercemar bakteri E-coli.

Yakni Embung Yeh Kori, Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem, Embung Nangka, Buana Giri, Kecamatan Bebandem, Embung Batudawa I dan II, Desa Kubu, Kecamatan Kubu, serta Embung Temukus, Desa Besakih. (*)

Penulis: Saiful Rohim
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved