Warga Lokal Juga Ikutan Ngoplos, Harga Gula Merah Khas Besan Anjlok di Pasaran

Nyoman Surati mengaku khawatir karena di pasaran khususnya di Klungkung masih banyak gula merah khas Besan yang dioplos oleh pembuat gula lainnya

Warga Lokal Juga Ikutan Ngoplos, Harga Gula Merah Khas Besan Anjlok di Pasaran
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
MASAK GULA - Nyoman Surati sedang membuat gula merah khas Besan, Klungkung, Bali, Minggu (15/9/2019). Industri gula merah khas Besan kini terancam. Di pasaran harganya kian murah karena bersaing dengan harga gula Besan palsu. Warga Lokal Juga Ikutan Ngoplos, Harga Gula Merah Khas Besan Anjlok di Pasaran 

Warga Lokal Juga Ikutan Ngoplos, Harga Gula Merah Khas Besan Anjlok di Pasaran

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Asap pekat mengepul di dapur Nyoman Surati, Minggu (15/9/2019).

Warga desa Banjar Kawan, Desa Besan, Kecamatan Dawan, Klungkung ini tampak rehat sejenak setelah seharian membuat gula merah yang menjadi komoditi khas desa setempat.

Di dapur sederhananya itu, perempuan berusia 50 tahun ini seharian memasak tuak manis (nira hasil sadapan pohon kelapa) yang akan diolah menjadi gula merah khas Besan.

Gula jenis ini sudah sangat terkenal di Bali.

Meski demikian, ia belakangan mengaku khawatir karena di pasaran khususnya di Klungkung masih banyak gula merah khas Besan yang dioplos oleh pembuat gula lainnya.

Kondisi ini tentu merusak harga pasaran gula lokal khas Besan.

"Sekarang masih banyak beredar gula merah oplosan di pasaran. Merusak harga, dan kami pembuat gula asli Besan sangat dirugikan," keluh Surati.

Bahkan ada warga lokal di Desa Besan, yang ikut mengoplos gula merah itu untuk meraup keuntungan.

Biasanya pengoplos ini, memanfaatkan kemasyuran nama gula merah khas Besan Dawan.

Halaman
1234
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved