Bukan Pengaruh Medsos, Ini Penyebab Istri Gugat Cerai Suami di Buleleng, Angkanya Sampai 92 Kasus

Humas Pengadilan (PA) Singaraja, Iqbal Kadafi mengatakan, gugatan percerain lebih banyak diajukan pihak perempuan atau cerai gugat.

Bukan Pengaruh Medsos, Ini Penyebab Istri Gugat Cerai Suami di Buleleng, Angkanya Sampai 92 Kasus
Tribun Bali/Prima
Ilustrasi perceraian 

Bukan Pengaruh Medsos, Ini Penyebab Istri Gugat Cerai Suami di Buleleng, Angkanya Sampai 92 Kasus

TRIBUN-BALI.COM - Kabupaten Buleleng menempati urutan keempat tertinggi angka perceraian medio Januari-Agustus 2019.

Hingga Agustus 2019, ada 76 janda baru di Kabupaten Buleleng

Pengadilan Agama Singaraja telah menerima sebanyak 92 kasus gugatan perceraian dari Januari hingga Agustus 2019.

Humas Pengadilan (PA) Singaraja, Iqbal Kadafi mengatakan, gugatan percerain lebih banyak diajukan pihak perempuan atau cerai gugat.

"Pengajuan gugatan perceraian di Buleleng masih di bawah 200 perkara per tahun. Terakhir tahun 2018 saja kami mengabulkan 107 gugatan perceraian," jelasnya.

Dari 92 gugatan perceraian pada bulan Januari hingga Agustus 2019, sebanyak 60 kasus adalah perkara cerai gugat yang diajukan oleh pihak istri.

Ada 32 kasus adalah cerai talak yang diajukan oleh pihak suami.

"Faktor penyebabnya karena masalah ekonomi dan kurang tanggung jawab. Kalau faktor perselingkuhan tidak terlalu ada," ungkapnya.

Sementara, berdasarkan data yang Tribun-Bali.com himpun, Januari hingga Agustus 2019 sebanyak 76 gugatan perceraian telah dikabulkan oleh PA Singaraja.

Halaman
12
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved