Kasus Kematian Bayi di TPA Denpasar, Listiani Menangis Dituntut Lebih Tinggi

Listiani alias Tina (39) hanya bisa menangisi nasibnya usai menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Senin (16/9).

Kasus Kematian Bayi di TPA Denpasar, Listiani Menangis Dituntut Lebih Tinggi
Tribun Bali/Rizal Fanany
Terdakwa Listiani alias Tina (kanan) hanya bisa menangisi nasibnya usai menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Senin (16/9/2019). Perempuan yang menjadi karyawan di Tempat Penitipan Anak (TPA) Princess House Childcare dituntut lebih tinggi, yakni empat tahun penjara. Sedangkan pengelola TPA, Ni Made Sudiani Putri (kiri) di sidang dalam berkas terpisah, dituntut tiga tahun penjara.(Tribun Bali/Rizal Fanany) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Listiani alias Tina (39) hanya bisa menangisi nasibnya usai menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Senin (16/9).

Perempuan yang menjadi karyawan di Tempat Penitipan Anak (TPA) Princess House Childcare dituntut lebih tinggi, yakni empat tahun penjara.

Sedangkan pengelola TPA, Ni Made Sudiani Putri (39) dituntut tiga tahun penjara. 

Keduanya dinilai bersalah terkait kasus kematian bayi berusia tiga bulan berinisial ENA yang dititipkan orangtuanya di TPA yang beralamat di Jalan Badak Sari I, Denpasar.

Terhadap tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), kedua terdakwa mengajukan pledoi (pembelaan) tertulis.

Kronologi Suami Istri Tewas Kecelakaan di Tabanan, Made Lila Hendak Antarkan Istrinya Berobat ke RS

Dalam surat tuntutan untuk terdakwa Listiani, Jaksa GA Surya Yunita menyatakan, terdakwa bersalah melakukan tindak pidana dilarang menempatkan, membiarkan, melibatkan, menyuruh melibatkan anak dalam situasi perlakuan salah dan penelantaran.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Listiani alias Tina dengan pidana penjara selama empat tahun," tegasnya di hadapan majelis hakim pimpinan Heriyanti.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Ni Made Sudiani Putri dengan pidana penjara selama tiga tahun," tegas Heppy.

Diungkap Kamis, 9 Mei 2019 pukul 07.00 Wita, saksi Andika Anggara mendatangi tempat tersebut menitipkan kedua anaknya K dan ENA.

Kapten Kapal Lolos dari Maut, Bergelantungan di Tebing & Tubuh Terus Dihantam Ombak Devil Tears

Pukul 13.00 Wita, Sudiani mendatangi tempat tersebut, namun hanya mengecek jalannya operasional kepada karyawan kepercayaannya saja tanpa mengecek kondisi dan bayi yang dititipkan.

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved