Kasus Rabies di Bali Masih Terus Terjadi, Dinas Akui Ada Petugas yang Ceroboh

Kasus rabies hingga kini masih terjadi, hanya Denpasar dan Tabanan yang tidak ditemukan kasus rabies.

Kasus Rabies di Bali Masih Terus Terjadi, Dinas Akui Ada Petugas yang Ceroboh
Tribun Bali/Dwi
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kasus rabies hingga kini masih terjadi, hanya Denpasar dan Tabanan yang tidak ditemukan kasus rabies.

Kabupaten lain di Bali masih ditemukan.

Dari hasil evaluasi Dinas Peternakan Bali ditemukan ada kecerobohan petugas vaksin, hingga membuat anjing tak mempan disuntik vaksin anti rabies, sehingga bisa menularkan rabies ke manusia.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, I Wayan Mardiana mengatakan di Bali terdapat 82 desa yang masih berada dalam zona merah kasus rabies.

Pihaknya menyatakan akan segera turun ke lapangan untuk melakukan penyisiran dan vaksinisasi pada Bulan September dan November, karena pada bulan-bulan tersebut terjadi kelahiran anjing baru.

“September sampai awal Oktober ini akan kami tuntaskan, mudah-mudahan selesai melakukan penyisiran. Tiga Kabupaten akan diprioritaskan penanganannya, yakni Karangasem, Buleleng dan Bangli,” kata Mardiana usai rapat evaluasi penanganan rabies, di Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, Senin (16/9).

Kasus rabies di Bali kalau dilihat dari jumlahnya memang meningkat. Namun jika dilihat dari post vaksinasinya hanya tinggal 22 kasus.

Sedangkan yang  memang meningkat adalah sebelum dilakukan vaksinasi massal.

“Nah inilah, mumpung menurun harus segera kami lakukan, terutama vaksin pada anak-anak anjing yang baru lahir yang belum tervaksin,” ujarnya.

Hasil pemeriksaan dari Balai Viterener menyebutkan sampel anjing yang terindikasi positif rabies dan tidak tervaksin, usianya rata-rata di bawah 4 bulan.

Halaman
1234
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved