Kementerian PPA: Industri Rumahan sebagai Percontohan Pembangunan Ekonomi Perempuan

Perekonomian Indonesia sebagian besar didukung oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB)

Kementerian PPA: Industri Rumahan sebagai Percontohan Pembangunan Ekonomi Perempuan
Dok ist/Tribun Bali
Kemen PPPA menggelar Colombo Plan “Sharing Best Practices on Women’s Economic Empowerment in Indonesia” di Holiday Inn Resort Baruna Bali, Badung, Senin (16/9/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Perekonomian Indonesia sebagian besar didukung oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 56%.

Dan didominasi oleh penyerapan tenaga kerja untuk sektor UMKM sebesar 67% dimana 70% pelakunya adalah perempuan.

Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Agustina Erni menegaskan peran perempuan dalam sektor ekonomi saat ini cukup kuat.

Namun masih kurangnya pengakuan dan akses bagi perempuan masih menjadi tantangan besar yang harus mereka hadapi salah satunya akses modal dan pelatihan keterampilan.

“Berbagai upaya terus dilakukan Kemen PPPA salah satunya dengan mengembangkan model atau proyek percontohan untuk mempercepat pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pengembangan Industri Rumahan (IR) sejak 2016," ucapnya.

Melalui pendekatan ini, Kemen PPPA berhasil memfasilitasi lebih dari 3.000 IR yang tersebar di 21 Kabupaten/Kota se-Indonesia.

"Fokus utama dari pendekatan ini adalah untuk membangun kerja yang kuat dan sinergi pada pengembangan IR antara lembaga pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya,” ungkap Agustina Erni saat membuka Colombo Plan dengan tema “Sharing Best Practices on Women’s Economic Empowerment in Indonesia” di Bali, Senin (16/9/2019).

Kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan bukan hanya sebagai salah satu poin dari 17 poin Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Akan tetapi juga bagian integral dari semua dimensi pembangunan inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

Kebijakan pengembangan IR sejalan dengan program prioritas Kemen PPPA yang disebut dengan 3 akhiri atau Three End, yakni; 1) Akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak; 2) Akhiri perdagangan manusia; dan 3) Akhiri kesenjangan akses ekonomi untuk perempuan.

Halaman
123
Penulis: Noviana Windri
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved