Rabies Center, Upaya Penanganan Kasus Rabies di Bali

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali masih terus berupaya menangani kasus anjing gila atau rabies

Rabies Center, Upaya Penanganan Kasus Rabies di Bali
Tribun Bali/M Ulul Azmy
(Ilustrasi. Foto tidak terkait berita) Tim Pengendali Rabies di Banjar Tatakan, Sukawati saat melakukan penyisiran dan vaksinasi terhadap HPR di wilayah banjarnya, Jumat (15/3/2019). Rabies Center, Upaya Penanganan Kasus Rabies di Bali 

Rabies Center, Upaya Penanganan Kasus Rabies di Bali

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali masih terus berupaya menangani kasus anjing gila atau rabies.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah membangun rabies center di seluruh kabupaten dan kota di Bali.

Rabies center ini beberapa di antaranya terdapat di rumah sakit dan seluruh puskesmas yang ada di Bali.

"Dari sembilan kabupaten/kota yang ada, Bali memiliki 78 rabies center," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali dr Ketut Suarjaya.

Hal itu dr Suarjaya katakan saat hadir dalam rapat penanganan kasus rabies di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, Senin (16/9/2019).

Dirinya menjelaskan, fungsi rabies center untuk melakukan manajemen terhadap kasus rabies, mulai dari mengobati luka gigitan serta pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR) dan Serum Anti Rabies (SAR).

Dengan adanya rabies center ini, kata dia, juga sebagai upaya memperlancar distribusi VAR dan SAR.

"Setiap tahun Bali harus menyiapkan 66 ribu hingga 67 ribu VAR, dan kita juga mempersiapkan SAR," tuturnya.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved