Agar Tak Ganggu Wajah Kota, Calon Perbekel di Denpasar Dilarang Pasang APK Sendiri

Peserta Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tahun 2019 dilarang memasang alat peraga kampanye (APK) secara mandiri.

Agar Tak Ganggu Wajah Kota, Calon Perbekel di Denpasar Dilarang Pasang APK Sendiri
pixabay.com
Ilustrasi pemilihan perbekel. 

Untuk Kecamatan Denpasar Selatan yakni Desa Sanur Kaja diikuti 2 calon, Desa Sanur Kauh diikuti 2 calon, Desa Sidakarya diikuti oleh 4 calon dan Desa Pamogan diikuti 3 calon.

Dilarang di Area Pendidikan, Agama dan Pemerintah
Berdasarkan Permendagri nomor 112 tahun 2014 tentang Pilkades, Permendagri nomor 65/2017 tentang Pilkades juga mengatur larangan saling menghujat, menjelekkan, menjanjikan atau memberikan uang saat kampanye.

Kampanye juga tidak diperbolehkan dilakukan di sarana keagamaan, pendidikan dan pemerintahan.

Nantinya, lanjut dia materi APK yang ditentukan hanya memuat foto dan nama figur calon perbekel, visi-misi. Alit pun mengaku sudah mensosialisasikan regulasi kampanye kepada peserta calon Pilkades.

"Nanti untuk mekanisme pelaksanaannya agar diserahkan langsung ke Panitia Desa masing-masing. Misalnya untuk pembagian zona pemasangan atau lokasi kampanye dan lainnya. Terpenting tidak menyalahi aturan," kata Kepala Dinas Pemerdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kota Denpasar, IB Alit Wiradana. (*)

Penulis: eurazmy
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved