Jumlah Kamar di Bali Over Supply, PHRI: Bali Juga Perlu Wisatawan yang Low Budget

Ketua PHRI Badung menilai, Bali membutuhkan wisman dari segala lini baik low budget maupun budget besar untuk mengisi ketersediaan kamar

Jumlah Kamar di Bali Over Supply, PHRI: Bali Juga Perlu Wisatawan yang Low Budget
Tribun Bali/Nyoman Mahayasa
Sejumlah wisatawan menikmati liburan di Pantai Kuta. PHRI Badung menilai, saat ini Bali membutuhkan wisman dari segala lini baik low budget maupun budget besar untuk mengisi ketersediaan kamar. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Ketua PHRI Badung, IGN Rai Suryawijaya menyayangkan adanya turis asing atau wisatawan mancanegara (wisman) yang melakukan hal memalukan di Bali.

Namun di sisi lain, Bali membutuhkan wisman dari segala lini baik low budget maupun budget besar untuk mengisi ketersediaan kamar.

Pria yang akrab disapa Rai ini menegaskan banyak industri akomodasi di Bali yang perlu makan dan menghidupi karyawannya.

"Jadi kita akhirnya harus menerima turis semua segmen. Mulai dari low budget hingga yang punya banyak uang. Sebab hotel bintang sampai hotel kelas melati harus terisi. Tentu tidak bisa hanya menjaring kelas atas saja. Nanti stay di hotel bintang 4-5 saja kan sisanya susah," tegasnya kepada Tribun Bali, Selasa (17/9/2019).

Ia melihat, terkadang ada kasus wisman yang membawa uang ke Bali. Namun lupa diri, saat berbelanja dan foya-foya di Bali akhirnya berujung melakukan tindakan kriminal.

Makin Banyak Turis Berulah di Kuta, Mabuk Mushroom Hingga Kehabisan Uang

Bahas Kasus Semakin Banyaknya Wisman Berulah, Dispar Badung Panggil 20 Pelaku Pariwisata

"Ada pula yang pura-pura gila, mabuk, lalu bikin rusuh agar dipulangkan ke negaranya oleh kedutaan atau konjen. Hal ini terjadi di semua negara, tidak hanya di Indonesia dan Bali. Tapi ini persentasenya kecil, walau demikian tentu tak bisa didiamkan begitu saja," jelasnya.

Pria yang juga Ketua BPPD Badung ini, berharap semua stakeholder bisa ikut membantu mencari solusi kondisi ini.

Pasalnya, Bali telah over supply.

"Bayangkan saja, sekarang ada sekitar 146 ribu hotel room dengan target 6-7 juta kedatangan wisman. Okupansi rate average 65 persen. Artinya masih ada 35 persen kamar yang harus diisi," sebut Rai. (*)

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved