Korban Penyiraman Air Panas di Gianyar Dapat Tawaran Lanjutkan Kuliah

Masih ingat kasus penyiraman air panas dan penganiayaan pada 2 pembantu rumah tangga di Gianyar pada Mei 2019 lalu?

Korban Penyiraman Air Panas di Gianyar Dapat Tawaran Lanjutkan Kuliah
Dokumen pribadi Sudiantara
Nyoman Sudiantara (tengah) bertemu dengan Eka Febrianti (jaket kuning), Santi Yuni Astuti (3 kiri) dan wakil LPSK Paskalis Prasetya 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Masih ingat kasus penyiraman air panas dan penganiayaan pada 2 pembantu rumah tangga di Gianyar pada Mei 2019 lalu?

Kasus itu kini sudah bergulir di PN Gianyar.

Adapun 2 orang korban, Eka Febriyanti dan Santi Yuni Astuti, berada di rumah aman dengan difasilitasi oleh Lembaga Perlindungan Korban Saksi (LPSK).

Perkembangan terbaru, dua korban itu mendapat tawaran untuk melanjutkan kuliah dari pengacara senior Nyoman Sudiantara.

“Sejak awal saya terharu mendengar kisah mereka tapi baru bisa komunikasi sekarang melalui LPSK,” kata Sudiantara, Rabu (18/9/2019) di Denpasar.

Pada Selasa (17/9/2019), tokoh yang akrab disapa Ponglik ini sempat bertemu keduanya untuk mengkomunikasikan maksudnya tersebut.

Bule Ini Nikahi Gadis Indonesia Yang Akhirnya Menjadikan Hidupnya Hancur, Begini Ceritanya

Rayakan HUT ke-60, Sekaa Teruna Watugunung Jaga Tradisi dengan Lomba Mebat

“Alasannya, semata-mata karena kemanusiaan, juga agar jangan sampai ada pemikiran bahwa seperti itu sikap orang Bali terhadap orang luar,” sebutnya.

Dijelaskannya, tawaran untuk menjalani kuliah itu bersifat terbuka di mana keduanya juga boleh memilih untuk bekerja sesuai dengan ketrampilannya.

Yang paling penting, kata dia, keduanya bisa melepaskan diri dari trauma dan rasa takut dari ancaman-ancaman yang sempat diterima sebelumnya.

Menanggapi tawaran itu, Eka menyatakan sangat berterima kasih.

Halaman
12
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved