Pura Pucak Sari Terbakar Hebat, Juliadi Teteskan Air Mata Saksikan Bale Piasan Ludes Terbakar

Pura Pucak Sari Terbakar Hebat, Juliadi Teteskan Air Mata Saksikan Bale Piasan Ludes Terbakar

Pura Pucak Sari Terbakar Hebat, Juliadi Teteskan Air Mata Saksikan Bale Piasan Ludes Terbakar
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Pura Pucak Sari Terbakar Hebat, Juliadi Teteskan Air Mata Saksikan Bale Piasan Ludes Terbakar 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA- Panitia Pura Goa Lawah I Putu Juliadi, meneteskan air matanya saat manyaksikan sisa puing-puing bangunan Pura Pucak Sari, di Desa Pesinggahan Klungkung, Selasa (17/9). Ia masih merasa sangat terpukul, karena Pura yang erat kaitannya dengan Pura Sad Khayangan Goa Lawah tersebut mengalami kebakaran hebat. Setidaknya empat bangunan di area pura, ludes terbakar akibat peristiwa tersebut.

Asap sisa-sisa kebakaran masih tampak mengepul di area Pura. Putu Juliadi pun masih tampah syok, setelah dengan mata kepalanya sendiri melihat api membakar bangunan pura pucak sari.

" Saat saya kesini bersama warga lainnya, api sudah membakar balai piasan," ujar Putu Juliadi dengan suara terbata-bata.

Ia menceritakan, kejadian kebakaran tersebut pertama kali disadari warga sekitar pukul 11.20 Wita. Ketika itu pedagang di Pura Goa Lawah, melihat asap pekat dari bukit. Asap berasal dari arah Pura Pucak Sari, yang lokasinya sekitar 50 meter diatas pura Goa Lawah. Mengaksikan hal ini, para pedagang itu lalu melapor ke Putu Juliadi yang setiap hari berada di area Pura Goa Lawah.

" Pedagang lalu memanggil saya di Pura Goa Lawah. Saya langsung keatas dan lihat api sudah berkobar hebat membakar bangunan bale piasan," ungkap Juliadi.

Melihat situasi tersebut, warga lantas mulai panik. Dibawah panasnya terik matahari, para warga berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Para wanita menjinjing ember yang penuh dengan air ke atas pura, sementara laea lelaki berusaha memadamkan api dengan sekuat tenaga.Putu Juliadi juga langsung menghubungi kepolsiian dan pemadam kebakaran. Kondisi panas terik matahari, dan hembusan angin membuat api dengan cepat berkobar serta merembet ke bangunan lainnya di utama mandala pura.

" Atap bangunnya rata-rata ijuk semua, dan sangat mudah dilalap api," ungkap Juliadi.

Sekitar 10 menit kemudian, 4 armada damkar tiba di TKP. Petugas yang berjumlah 15 orang langsung berjibaku dengan api. Api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya sejam kemudian.

Akibat kejadian ini, ada beberapa bangunan yang habis terbakar yakni bangunan Bale Piasan, Pelinggih Sri Sedana, Pelinggih Manik Mas, Bale Pengaruman, Bale Pewedaan, termasuk Kori Agung. Akibat kejadian ini, kerugian diperkirakan lebih dari Rp 500 juta.

" Sore nanti, pengempon pura akan langsung memohon petunjuk ke sulinggih prihal musibah ini. Nanti pengempon pura juga pasti akan melaksanakan upacara guru piduka dan mecaru," ungkapnya.

Halaman
123
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved