Bajra Sandhi Suguhkan 33 Diorama dari Masa Prasejarah hingga Pasca Kemerdekaan

Totalnya ada 33 diorama yang menggambarkan Bali sejak zaman masa prasejarah, masa kerajaan, masa peperangan hingga pasca kemerdekaan.

Bajra Sandhi Suguhkan 33 Diorama dari Masa Prasejarah hingga Pasca Kemerdekaan
Tribun Bali/Cisilia Agustina S
Suasana di dalam Monumen Bajra Sandhi 

TRIBUN-BALI.COM - Jika dalam waktu dekat berkunjung ke Pulau Dewata, janganlah hanya mengunjungi daerah pantai-pantai saja. Sesekali, selami budaya dan sejarahnya.

Di Bali terdapat cukup banyak tempat bersejarah yang bisa kita kunjungi. Salah satu yang harus kita kunjungi adalah Monumen Bajra Sandhi.

Di dalam tempat itu terdapat banyak informasi terkait dengan sejarah Bali yang cukup lengkap. Mulai dari zaman pra-sejarah hingga masa kini.

Nama “Bajra Sandhi” diambil karena bentuk monumen ini menyerupai bajra atau genta, yang digunakan pendeta Hindu saat mengucapkan mantra saat upacara keagamaan.

Monumen ini dibangun di atas tanah seluas 13,8 hektare, dengan luas gedung sekitar 4.900 meter persegi. Bajra Sandhi dirancang oleh Ir Ida Gede Yadnya pada 1981, dan mulai dibangun pada 1987.

Bangunan ini baru diresmikan 16 tahun kemudian, tepatnya pada 14 Juni 2003.

Tidak Hadir Maksimal Empat Kali, Dewan yang Melanggar Akan Diberi Sanksi

Di Luar Dugaan, Sudikerta Sebut Nama Politisi Senior dan Wakil Wali Kota Denpasar Seusai Sidang

Saat pertama kali masuk kawasan monumen, pengunjung akan langsung dimanjakan arsitektur khas Bali yang makna filosofi ajaran Hindu hingga simbol kemerdekaan.

Jika diperhatikan, jumlah anak tangga menuju ke pintu utama Monumen Bajra Sandhi berjumlah 17, yang melambangkan tanggal kemerdekaan.

Lalu, terdapat 8 buah tiang agung di dalam monumen yang mempunyai tinggi 45 meter, melambangkan bulan dan tahun kemerdekaan.

Tiba di dalam monumen, pengunjung akan langsung disuguhkan deretan diorama yang tersusun rapi. Totalnya ada 33 diorama yang menggambarkan Bali sejak zaman masa prasejarah, masa kerajaan, masa peperangan, hingga pasca kemerdekaan.

Halaman
12
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved