Bangli Masuk 3 Besar Kasus Rabies, Anjing Kerap Kabur ke Hutan Setiap Vaksinasi

Sejak Januari hingga akhir bulan Agustus 2019 ini, tercatat ada 29 kasus anjing yang positif rabies di Bangli.

Bangli Masuk 3 Besar Kasus Rabies, Anjing Kerap Kabur ke Hutan Setiap Vaksinasi
Tribun Bali/Putu Supartika
Dok. Tribun Bali - Seekor anjing sedang diberikan vaksin anti rabies dalam sebuah pelaksanaan vaksinasi. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Sejak Januari hingga akhir bulan Agustus 2019 ini, tercatat ada 29 kasus anjing yang positif rabies di Bangli.

Catatan menempatkan Bangli di tiga besar dengan kasus rabies tertinggi di Bali selain Karangasem dan Buleleng.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Bangli, Sri Rahayu mengatakan, tingginya kasus anjing positif rabies di Bangli tidak terlepas dari kesamaan kondisi geografis kabupaten.

“Kami di tiga kabupaten ini memiliki topografi wilayah yang hampir sama. Ada perbukitan, ada hutan. Nah anjing yang positif rabies ini tidak dapat divaksin karena dia tidak bisa ditangkap," ujarnya, Rabu (18/9/2019).

Ia mengatakan, anjing cenderung lari ke hutan maupun perbukitan saat petugas datang untuk memberikan vaksinasi.

Tak hanya yang positif rabies, anjing bertuan namun diliarkan juga demikian.

Data 29 kasus anjing positif rabies tahun ini tergolong tinggi. Sebab dibandingkan dengan data tahun sebelumnya, tercatat sebanyak 31 anjing positif rabies.

Ia menambahkan, tingginya data ini paling banyak terjadi pada awal tahun meningat belum dilakukan vaksinasi massal.

“Setelah dilakukan dilakukan vaksinasi tingkat kekebalan tubuh hewan akan meningkat. Sehingga diharapkan tidak ada penambahan anjing positif rabies tahun ini,” ucapnya.

Dokter hewan asal Rendang, Karangasem ini tidak memungkiri upaya-upaya pencegahan rabies sudah gencar dilakukan pihaknya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved