Cegah Perusakan Biota Laut, Desa Adat Culik di Karangasem Buatkan 'Pararem'

Desa Adat Culik, Kecamatan Abang, Karangasem memiliki pararem (peraturan adat) terkait pelestarian ekosistem pesisir Pantai Jemeluk

Cegah Perusakan Biota Laut, Desa Adat Culik di Karangasem Buatkan 'Pararem'
pixabay.com
Ilustrasi menyelam. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Desa Adat Culik, Kecamatan Abang, Karangasem memiliki pararem (peraturan adat) terkait pelestarian ekosistem pesisir Pantai Jemeluk.

Pararem ini sebagai payung hukum adat jika ada turis ataupun warga yang merusak ekosistem di bawah laut.

Kelian Adat Banjar Adat Lebah, I Nengah Suanda menjelaskan, pararem ini dibentuk lima tahun lalu.

Consern atau perhatian khusus pararem ini untuk pelestarian terumbu karang, ikan hias, rumput laut, dan biota laut lainnya.

Hingga hari ini, pararem tetap dijalankan serta harus ditaati oleh  semua orang.

Dalam pararem tersebut dijelaskan, warga atau wisatawan dilarang melakukan aktivitas yang dapat merusak ekosistem bawah laut sekitar 100 meter dari daratan seperti memancing, mencuri terumbu karang, memanah ikan, menjaring, hingga membawa zat-zat yang berpotensi merusak panorama lautan.

"Areal 100 meter dari darat khusus untuk kegiatan snorkeling dan diving. Pararem dibentuk untuk menjaga keindahan alam. Astungkara warga sekitar melaksanakan dan ikut mengawasi tingkah laku turis yang berkunjung," ungkap Suanda, Rabu  (18/9/2019).

Jika ada warga atau wisatawan yang melanggar akan mendapatkan sanksi.

Pertama adalah teguran. Jika tidak mengindahkan teguran maka akan dilaporkan ke polisi.

"Tahun lalu pernah wisatawan mencuri terumbu karang lalu dilaporkan ke polisi," kata dia.

Halaman
12
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved