BPJS Kesehatan

Kondisi Membaik Setelah Operasi Kanker Payudara, Gung Rima: Terima Kasih JKN-KIS

Ini pengalaman Gung Rima ketika berobat menggunakan jaminan dari JKN-KIS untuk operasi kanker payudara yang ia derita.

Kondisi Membaik Setelah Operasi Kanker Payudara, Gung Rima: Terima Kasih JKN-KIS
BPJS Kesehatan
Anak Agung Ayu Rima Dewi mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada program JKN-KIS terutama peserta yang telah rutin membayar iuran. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Salah satu peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari segmen peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) swasta,  Anak Agung Ayu Rima Dewi (49) mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada program JKN-KIS terutama peserta yang telah rutin membayar iuran.

Rasa terima kasih itu ia sampaikan karena pengalaman yang ia rasakan ketika berobat menggunakan jaminan dari JKN-KIS untuk operasi kanker payudara yang ia derita.

Berkat itu pula kondisinya membaik dan dapat kembali beraktivitas normal.

Menurutnya, berkat iuran dari peserta JKN-KIS, pembiayaannya dapat dibayarkan oleh BPJS Kesehatan kepada fasilitas kesehatan yang melayaninya.

“Selama 2 tahun saya mengabaikan rasa sakit ini menggerogoti, namun saya masih berupaya untuk pengobatan alternatif. Tetapi akhirnya kondisi saya semakin memburuk, sehingga akhirnya saya menyerah dan beranjak ke medis untuk dapat dilakukan operasi. Dari awal check up, operasi, hingga perawatan pemulihan, saya hanya berbekal kartu JKN-KIS. Semua biayanya ditanggung tanpa biaya sepeserpun yang saya keluarkan. Terima kasih JKN-KIS, fasilitas kesehatan yang melayani, serta teruntuk peserta JKN-KIS yang telah ikhlas membayar iuran untuk dapat digunakan oleh peserta seperti saya,” ungkap Bu Gung Rima tersedu-sedu.

Ibu tiga orang anak yang beralamat di Negari, Singapadu, Gianyar ini adalah merupakan salah satu Person In Charge (PIC) badan usaha untuk pengurusan JKN-KIS.

Dari awal bergabung menjadi peserta, ia sangat kooperatif karena kebetulan ia bekerja di Coorporate Management Villa dan mengelola beberapa badan usaha yang semuanya telah ia daftarkan ke JKN-KIS.

Ia begitu paham manfaat JKN-KIS bagi pemberi kerja dan juga pekerjanya hingga akhirnya ia merasakan sendiri manfaatnya.

“Dulu begitu BPJS Kesehatan menghubungi saya untuk urusan JKN-KIS, selalu saya berikan prioritas karena saya tahu ini sangat penting untuk kami di perusahaan. Begitu juga bagi pekerja kami yang menurut kami begitu produktif. Oleh sebab itu mereka harus diproteksi agar merasa aman untuk urusan kesehatan khususnya, dan kini saya sendiri yang merasakan bagaimana manfaat besar dari JKN-KIS ini. Saya benar-benar bersyukur dan tidak dapat membayangkan jika tidak ada JKN-KIS maka begitu besar biaya yang saya bayarkan,” ceritanya lagi.

Ia bahkan sempat memperhatikan billing pembayaran pembiayaan dari JKN-KIS.

Menurutnya biayanya sampai puluhan juta, bahkan untuk perawatan rutin setiap bulannya pun sampai jutaan rupiah.

Ia menyampaikan pasca operasi pengangkatan kankernya, ia harus menjalankan pengobatan hingga 5 tahun tanpa jeda dan terjadwal.

Lamanya perawatan tersebut tentu akan menghabiskan banyak biaya, tetapi semuanya telah dibiayai oleh JKN-KIS.

“Saya memahami biaya tanggungan yang begitu besar tersebut tidak terlepas dari saudara-saudara saya sesama peserta JKN-KIS yang memang ikhlas untuk membayar iuran tanpa mau merasakan sakit untuk merasakan manfaatnya. Justru rasa ikhlas mereka adalah buah dari manfaat yang mereka rasakan dengan sedikit iuran per bulan demi membantu peserta yang sakit seperti saya. Sekali lagi hanya ungkapan syukur dan terima kasih yang dapat saya sampaikan berikut doa dan harapan semua peserta tetap ikhlas dan dapat rutin membayar iuran dan mendukung keberlangsungan program JKN-KIS ini,” tutup Bu Gung Rima. (*)

Editor: Widyartha Suryawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved