News Analysis: Turis ke Bali karena Taksu

Faktor utama wisatawan dari seluruh dunia datang ke Bali, tak lain karena taksu Bali

News Analysis: Turis ke Bali karena Taksu
TRIBUN BALI/WEMA SATYADINATA
Bendesa Agung Majelis Desa Adat, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet 

News Analysis Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, Bendesa Agung Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali

News Analysis: Turis ke Bali karena Taksu

TRIBUN-BALI.COM, BALI - Faktor utama wisatawan dari seluruh dunia datang ke Bali, tak lain karena taksu Bali.

Mengapa taksu bisa keluar?

Pertama, karena upacara yang dilaksanakan secara benar, maka taksunya memvibrasi seluruh alam dan jagat Bali.

Kedua, karena doa-doa dan puja-puja sulinggih yang setiap hari nyurya sewana (melantunkan doa setiap pagi).

Ketiga, pinandita dan tokoh-tokoh agama suci yang selalu menjalankan Tri Kaya Parisudha (berpikir, berkata dan berbuat yang baik).

Dan keempat, dalam setiap upacara keagamaan di Bali selalu ada panca gita, kul-kul, bebalian dan ngewali yang merupakan tari-tarian sakral.

Oleh karena itu semua harus kita jaga kesakralannya.

Sulinggih kesakralannya dijaga, upacara kesakralannya dijaga, tari-tarian wali dan sakral dijaga.

Inilah yang menjadi taksunya Bali.

Sudah banyak tarian kreasi yang diciptakan, yang bisa dipertontonkan, sehingga tidak harus mengambil tari sakral untuk dipertontonkan secara sembarangan termasuk kepada wisatawan.

Kalau nanti turis ingin menonton, dia berpakaian adat rapi, datang pada saat pementasan di kalangan Pura, dia bisa menontonnya dari luar area pura.

Maka dari itu, ketika masyarakat Bali mampu menjaga taksunya saat itulah wisatawan dari seluruh dunia akan kagum pada Bali.

(*)

Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved