Penduduk Miskin Perkotaan dan Pedesaan di Bali Menurun Dibanding Tahun Lalu

BPS Provinsi Bali mencatat jumlah penduduk miskin di Bali pada Maret 2019, tercatat sebanyak 163,85 ribu orang, turun dibanding tahun lalu

Penduduk Miskin Perkotaan dan Pedesaan di Bali Menurun Dibanding Tahun Lalu
Tribun Bali/ Net
Ilustrasi Kemiskinan - Penduduk Miskin Perkotaan dan Pedesaan di Bali Menurun Dibanding Tahun Lalu 

Penduduk Miskin Perkotaan dan Pedesaan di Bali Menurun Dibanding Tahun Lalu

TRIBUN-BALI.COM, BALI - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat jumlah penduduk miskin di Bali pada Maret 2019, tercatat sebanyak 163,85 ribu orang.

Jumlah ini mengalami penurunan sebanyak 4,49 ribu orang, jika dibandingkan jumlah penduduk miskin pada September 2018 yang tercatat 168,34 ribu orang. 

Secara persentase, penduduk miskin di Bali tercatat sebesar 3,79 persen.

Nilai persentase ini mengalami penurunan sedalam (-0,12) persen, jika dibandingkan September 2018 yang tercatat sebesar 3,91 persen.

"Menurut daerah tempat tinggal, pada periode September 2018 - Maret 2019, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan dan perdesaan mengalami penurunan. Jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2019 tercatat sebanyak 97,98 ribu orang. Jumlah ini berkurang sebesar -0,47 ribu orang dibandingkan dengan bulan September 2018 yang mencapai 98,45 ribu orang," katanya Rabu (18/9/2019). 

Demikian juga jumlah penduduk miskin di daerah pedesaan turun dari 69,89 ribu orang, pada September 2018 menjadi 65,87 ribu orang pada Maret 2019, atau tercatat berkurang sebanyak -4,02 ribu orang.

"Secara persentase, penduduk miskin di daerah perkotaan dan perdesaan tercatat mengalami penurunan. Di daerah perkotaan pada September 2018 tercatat sebesar 3,36 persen, turun menjadi 3,29 persen pada Maret 2019. Demikian juga persentase penduduk miskin di daerah perdesaan tercatat turun dari 5,08 persen pada September 2018 menjadi 4,88 persen pada Maret 2019," sebutnya.

Komoditas makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada Garis Kemiskinan Maret 2019 baik di perkotaan maupun di perdesaan pada umumnya sama.

Adapun komoditas makanan, kata dia, yang berperan dalam pembentukan Garis Kemiskinan di perkotaan antara lain beras, rokok kretek filter, daging ayam ras, telur ayam ras, kue basah, roti, bawang merah, mie instan, gula pasir, serta kopi bubuk dan kopi instan (sachet).

Sedangkan komoditas makanan yang berperan dalam pembentukan Garis Kemiskinan di perdesaan antara lain beras, rokok kretek filter, daging ayam ras, telur ayam ras, roti, kue basah, bawang merah, gula pasir, mie instan, serta kopi bubuk dan kopi instan (sachet).

Pada komoditas bukan makanan, komoditas yang berperan dalam pembentukan Garis Kemiskinan di perkotaan antara lain perumahan, bensin, listrik, upacara agama atau adat lainnya, dan pendidikan.

Adapun komoditas bukan makanan yang berperan dalam pembentukan Garis Kemiskinan di perdesaan antara lain perumahan, bensin, upacara agama atau adat lainnya, listrik, dan kayu bakar.

(*)

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved