Polda Bali dan Kepolisian Canada Sepakat Tingkatkan Kerja Sama

Satu di antaranya, Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose bersama rombongan memenuhi undangan dari Royal Canadian Mounted Police

Polda Bali dan Kepolisian Canada Sepakat Tingkatkan Kerja Sama
Polda Bali
Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose bersama rombongan memenuhi undangan dari Royal Canadian Mounted Police, diterima oleh Chief of Toronto Metropolitan Police, Mark Saunders dan Deputy Chief, James Ramer, Selasa (17/9/2019) lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Bali- Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR-Perkembangan kasus transnational and organized crime mengalami perkembangan yang begitu pesat, dimana pelaku kejahatan beraksi dengan berbagai modus dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Dengan mengantisipasi menjalarnya kasus seperti ini, setiap aparat hukum di beberapa negara menjalin kerja sama untuk memberantasnya.

Satu di antaranya, Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose bersama rombongan memenuhi undangan dari Royal Canadian Mounted Police (RCMP) dan diterima oleh Chief of Toronto Metropolitan Police, Mark Saunders dan Deputy Chief, James Ramer, Selasa (17/9/2019) lalu.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Toronto Metropolitan Police tersebut membahas tentang kerja sama penanganan transnational crime and organized crime.

Pak Bayu Cabuli Anak SD di Singapadu Diduga Karena Keseringan Nonton Film Porno

Gunakan Anggaran 1,5 M, Tukad Badung di Timur Jalan Imam Bonjol Mulai Ditata 

Mark Saunders mengatakan, Kota Toronto memiliki penduduk pada siang hari sekitar 5 juta dan 3 juta pada malam hari terdiri dari banyak kebangsaan sehingga berpengaruh dengan situasi keamanan di wilayah Toronto.

"Kasus yang sering terjadi di Toronto, di antaranya kekerasan yang dilakukan oleh street gang, peredaran narkotika dan psikotropika, human trafficking, penipuan yang disebabkan oleh Lansia sangat tinggi dan juga pembunuhan karena mudahnya membawa senjata api. Namun pada kasus pembunuhan ada penurunan yang signifikan di tahun ini," ujar Mark Saunders.

Menurutnya, dampak perkembangan media sosial menjadi isu yang sangat krusial sebab informasi akan beredar dalam hitungan detik.

Isu yang sedang diperbincangkan saat ini adalah dengan dilegalkannya penggunaan Canabis Sativa atau Mariyuana atau Ganja pada tanggal 17 Oktober 2018.

Dilegalkannya Canabis Sativa atau Marijuana atau ganja merupakan keputusan politik karena pihak kepolisian tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan tersebut.

Ada pembagian area pertanggungjawaban, di mana federal bertanggung jawab pada produksi, standarisasi dan ancaman pidana pada kejahatannya.

Halaman
12
Penulis: Rino Gale
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved