Siswa Kelas 1 SMA, Putu BWS & Dewa PEAM Bisa Beringas dan Tega Membunuh, Fakta Ini Terungkap

Sidang yang dipimpin Hakim Ketua IGN Putra Atmaja digelar secara tertutup. Dalam surat dakwaan, jaksa memasang tiga dakwaan terhadap kedua terdakwa an

Siswa Kelas 1 SMA, Putu BWS & Dewa PEAM Bisa Beringas dan Tega Membunuh, Fakta Ini Terungkap
dokumentasi polisi
pelaku Putu BWS (15) dan Dewa PEAM (15) saat mengikuti renkontruksi di Aula Polres Badung, Senin (2/9/2019). 

Siswa Kelas 1 SMA, Putu BWS & Dewa PEAM Bisa Beringas dan Diduga Tega Membunuh, Fakta Ini Terungkap

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Putu BWS (15) bersama Dewa PEAM (15), terduga pembunuhan I Kadek Roy Adinata (26) di Jalan Kerasan, Desa Sedang, Abiansemal diadili di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (19/9/2019).

Kedua terdakwa anak yang masih berstatus pelajar SMA Kelas I tersebut menjalani sidang perdana, mengagendakan pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sidang yang dipimpin Hakim Ketua IGN Putra Atmaja digelar secara tertutup. Dalam surat dakwaan, jaksa memasang tiga dakwaan terhadap kedua terdakwa anak tersebut.

Kedua terdakwa anak tersebut menjalani sidang didampingi tim penasihat hukum.

Tertera dalam surat dakwaan Jaksa I Gede Agus Suraharta, para terdakwa anak dikenakan dakwaan kesatu primair, subsidair atau dakwaan kedua.

Live Streaming PSIS Semarang vs Persebaya Surabaya, Ungkapan Banur Laga Tanpa Penonton

Melvin Platje Tak Sekadar Ambisi, dan Susah Payah Andritany Amankan Bola

Mengenal Raja Ida I Dewa Agung Jambe Akan Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional Asal Klungkung

Punya Modal Rp 51 Juta, Mudi Asyik Main di Lokalisasi Sanur, Ternyata Sudah Diintai Polisi

Babak Baru Ricuh Porprov 2019, Suporter Dipukul Oknum Anggota Satpol PP, Polisi Ungkap Fakta Ini

Dakwaan kesatu primair disebutkan, bahwa kedua terdakwa anak yang melakukan, yang menyuruh melakukan dan yang turut serta melakukan perbuatan, dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain. Para terdakwa dikenakan Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Undang-Undang No.11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Dakwaan subsidair, bahwa kedua terdakwa anak yang melakukan, yang menyuruh melakukan dan yang turut serta melakukan perbuatan, dengan sengaja merampas nyawa orang lain. Perbuatan para terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Undang-Undang No.11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Atau dakwaan kedua, bahwa para terdakwa anak dengan terang-terangan, dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang yang mengakibatkan luka berat dan mengakibatkan maut. Perbuatan mereka diatur dan diancam pidana dalam Pasal 170 ayat (2) ke-2 dan ke-3 KUHP jo Undang-Undang No.11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Ditemui usai sidang, Jaksa Agus Suraharta mengatakan, terhadap surat dakwaan yang telah dibacakan, tim penasihat hukum kedua terdakwa anak tidak mengajukan keberatan atau eksepsi.

Halaman
123
Penulis: Putu Candra
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved