Tepatkah Menikah pada Usia 19 Tahun? Ini Kata Psikolog

ewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah mengesahkan Revisi Undang-undang tentang Perkawinan.

Tepatkah Menikah pada Usia 19 Tahun? Ini Kata Psikolog
Net
Ilustrasi menikah 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah mengesahkan Revisi Undang-undang tentang Perkawinan.

DPR dan pemerintah menyepakati perubahan Pasal 7 Ayat 1 dalam RUU tentang Perkawinan terkait ketentuan batas usia menikah laki-laki dan perempuan.

Dengan begitu, batas usia menikah menjadi 19 tahun baik untuk laki-laki maupun perempuan.

Psikolog Anak dan Keluarga Astrid WEN menyambut baik pengesahan RUU ini.

“Ini perlu disyukuri, sebetulnya ini perjuangan yang cukup lama. Awalnya usia minimal untuk perempuan 16 tahun, sekarang menjadi 19 tahun. Baik laki-laki maupun perempuan juga sudah memiliki KTP, sehingga terlihat jelas, legalitas sebagai warga negara sudah ada,” tutur Astrid dilansir dari Kompas.com, Kamis (19/9/2019).

Psikolog itu menilai, 19 tahun adalah waktu yang cukup bagi laki-laki maupun perempuan untuk memasuki fase pernikahan.

Pak Bayu Cabuli Anak SD di Singapadu Diduga Karena Keseringan Nonton Film Porno

Kerja Sama dengan Lembaga Australia, Layanan Kesehatan Mata Kembali Diadakan di Banyuwangi

Meski menurutnya, ada beberapa hal yang perlu disiapkan termasuk oleh keluarga masing-masing pihak.

“Pada usia 19 tahun berarti mereka (pasangan) diharapkan sudah lulus dari SMK. Sebenarnya sudah dianggap dewasa dan matang dari tiga sisi yaitu finansial, fisik, dan emosional,” paparnya.

Soal finansial, lanjut Astrid, pihak laki-laki diharapkan sudah lulus SMK dan mulai bekerja.

“Setidaknya ia sudah punya pendapatan untuk makan sendiri, syukur-syukur kalau bisa tinggal mandiri. Tidak perlu langsung beli rumah. Kos atau kontrak rumah misalnya,” papar Astrid.

Halaman
12
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved