Tidak Hadir Maksimal Empat Kali, Dewan yang Melanggar Akan Diberi Sanksi

DPRD Provinsi Bali menggelar rapat terkait finalisasi peraturan Tata Tertib (Tatib), kode etik dan Tata Beracara di Ruang Rapat Gabungan Kantor DPRD

Tidak Hadir Maksimal Empat Kali, Dewan yang Melanggar Akan Diberi Sanksi
Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Suasana rapat terkait finalisasi peraturan Tata Tertib (Tatib), kode etik dan Tata Beracara di Ruang Rapat Gabungan Kantor DPRD Bali, Kamis (19/9/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – DPRD Provinsi Bali menggelar rapat  terkait finalisasi peraturan Tata Tertib (Tatib), kode etik dan Tata Beracara di Ruang Rapat Gabungan Kantor DPRD Bali, Kamis (19/9/2019). 

 
Sebelumnya, peraturan-peraturan tersebut telah dibahas di setiap kelompok.

Kemudian dilakukan sinkronisasi melalui rapat bersama oleh kelompok gabungan.

Salah satu hal yang dibahas dalam rapat adalah mengenai absensi kehadiran karena dalam pengambilan keputusan di dewan memerlukan kehadiran anggota agar mencapai kuorum. 

 
Dalam rapat pembahasan kali ini, disepakati jumlah ketidakhadiran yang masih bisa ditoleransi adalah empat kali, yaitu saat digelarnya sidang paripurna dalam satu masa persidangan.

Adapun satu kali masa persidangan adalah 6 sampai 12 kali.

2 Kali Gempa di Tuban, Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Berjalan Normal

Terbagi dalam 267 Kloter, Angkasa Pura Airports Layani Kepulangan 108 Ribu Jemaah Haji ke Tanah Air

 
Dalam draf pasalnya menyebutkan, menjatuhkan sanksi kepada anggota DPRD yang tingkat ketidakhadirannya empat kali berturut-turut tanpa keterangan dalam rapat paripurna DPRD dalam satu kali masa sidang.

 
Selain itu sesuai tingkat pelanggarannya berupa teguran lisan, teguran tertulis, dan disidangkan oleh Badan Kehormatan.

“Jadi empat kali tidak hadir, akan dilakukan peneguran melalui pemanggilan dan sebagainya,” kata Anggota DPRD Bali Dapil Bali 3, I Made Supartha.

Sementara itu, Ketua Sementara DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama mengatakan sebenarnya mengenai absensi kehadiran ini merupakan masalah rasa dan etika.

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved