Bagaimana Peran DSA pada Penanganan Stroke? Begini Penjelasan dari Siloam Hospitals   

DSA adalah cara untuk mengambil gambar arteri, vena dan organ tubuh menggunakan peralatan x-ray yang terkomputerisasi secara kompleks.

Bagaimana Peran DSA pada Penanganan Stroke? Begini Penjelasan dari Siloam Hospitals    
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
dr. Kumara Tini saat memaparkan peranan DSA pada penanganan stroke dan manajemen Siloam Bali berfoto bersama. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Sebagai rumah sakit swasta yang selalu mengutamakan pelayanan untuk pasien, Rumah Sakit Siloam Bali kini telah menyediakan Pelayanan DSA atau Digital Substaction Angiography.

Dalam mengenalkan pelayanan DSA ini, Siloam Bali menggelar media gathering di meeting room Fontana Hotel, Jumat (20/9/2019).

Hadir pada kegiatan ini yakni Dewan Pengawas Siloam Hospitals Bali dr. I Wayan Sutarga, MPHM, dr. Kumara Tini Sp.S, FINS, FINA selaku dokter spesialis saraf intervensi, Direktur Siloam Bali dr. Dewa Ketut Oka dan General Manager Business Development BIMC Siloam Hospitals Group Bali Putu Deddy Suhartawan.

dr. Kumara menyampaikan DSA adalah cara untuk mengambil gambar arteri, vena dan organ tubuh menggunakan peralatan x-ray yang terkomputerisasi secara kompleks.

“Teknik DSA juga bisa diterapkan sebagai tindakan kuratif pada pasien stroke terutama pasien yang baru saja (golden time) mengalami serangan stroke penyumbatan,” ungkapnya.

Dewan Dukung Rencana Blokir Rekening Wajib Pajak Bandel, Bapenda Terus Kejar WP Penunggak Pajak

Lebih dari 500 Pengguna Rokok Elektrik di Amerika Terjangkit Penyakit Paru-paru Misterius

Pada DSA konvensional, untuk menggambar pembuluh otak, cairan kontras disemprotkan melalui pembuluh leher sebagai pembuluh terdekat.

Film yang digunakan pun berlapis-lapis. Kini dengan teknologi terkini dan sistem digital yang terkomputerisasi, DSA bisa mendeteksi abnormalitas pada pembuluh darah secara lebih jelas dan terukur, serta penggunaan cairan kontras seminimal mungkin.

Kemajuan paling signifikan dibandingkan sistem konvensional, adalah penggunaan kateter (selang kecil dengan diameter lebih kecil dari 2 mm) melalui pembuluh kaki (femoral).

Selain lebih nyaman, prosedur yang dikenal sebagai Trans Femoral Cerebral Angiography (TFCA) ini juga lebih aman bagi pasien, karena pembuluh leher (carotis) memiliki sensitivitas yang vital bagi lancarnya darah dari dan menuju otak.

Musim Kemarau Diperkirakan Hingga November, BPBD Buleleng Antisipasi Krisis Air Bersih

Disperindag Klaim Seluruh Pedagang Sudah Mau Pindah ke Pasar Loka Crana

Halaman
1234
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved