Irawan Tempel Narkoba di Pos Kamling

Baru lima bulan menghirup udara bebas, I Gede Satria Randi Irawan kembali berurusan dengan aparat hukum

Irawan Tempel Narkoba di Pos Kamling
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
BARANG BUKTI - Kasat Narkoba Polres Bangli Iptu Sudiarna (tengah) didampingi Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi (kanan) ketika menunjukkan sejumlah barang bukti dan tersangka, di Mapolres Bangli, Kamis (19/9/2019). Irawan Tempel Narkoba di Pos Kamling 

Irawan Tempel Narkoba di Pos Kamling

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Baru lima bulan menghirup udara bebas, I Gede Satria Randi Irawan kembali berurusan dengan aparat hukum.

Pria 26 tahun asal Kelurahan Banyuning, Buleleng, Bali, itu diamankan Satuan Resnarkoba Polres Bangli ketika berada di wilayah Dusun Demulih, Susut.

Kasat Narkoba Polres Bangli, Iptu I Gede Sudiarna Putra menjelaskan, penangkapan Irawan dilakukan, Selasa (17/9/2019) pukul 14.30 Wita.

Ia ditangkap seorang diri saat berada di depan pos kamling wilayah Banjar Demulih, Susut.

“Kami amankan, dan kami geledah dengan disaksikan kelihan dusun setempat. Pada tangan kanan terduga tersangka kami dapatkan satu bungkus rokok, yang di dalamnya terdapat satu paket plastik klip yang berisi sabu dengan berat kotor 1,20 gram dan berat bersih 0,98 gram,” jelasnya.

Menurut Sudiarna, Irawan bukan merupakan target operasi dalam Ops Antik Agung 2019.

Ia merupakan residivis kasus curanmor pada 2016, dan baru bebas dari Lapas Kelas IIB Singaraja sejak lima bulan lalu.

Pasca menghirup udara bebas, Irawan sempat mencari pekerjaan selama tiga bulan, namun usahanya nihil.

“Oleh temannya, ia akhirnya diajak menjadi kurir narkoba dengan upah ratusan ribu per sekali antar. Jadi sudah dua bulan dia menjadi kurir,” ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved