Musim Kemarau Diperkirakan Hingga November, BPBD Buleleng Antisipasi Krisis Air Bersih

Setiap harinya, sebanyak tiga mobil tanki membawa air bersih dari BPBD Buleleng pun dikerahkan ke wilayah yang terdampak kemarau panjang

Musim Kemarau Diperkirakan Hingga November, BPBD Buleleng Antisipasi Krisis Air Bersih
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
BPBD Buleleng bersama ACT Bali mendistribusikan air bersih ke wilayah Kecamatan Sawan, Buleleng, Bali, Kamis (19/9/2019). Musim Kemarau Diperkirakan Hingga November, BPBD Buleleng Antisipasi Krisis Air Bersih 

Musim Kemarau Diperkirakan Hingga November, BPBD Buleleng Antisipasi Krisis Air Bersih

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Musim kemarau melanda sejumlah wilayah di Buleleng sejak Agustus 2019, hingga diperkirakan berakhir pada November 2019 mendatang.

Setiap harinya, sebanyak tiga mobil tanki membawa air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng pun dikerahkan ke wilayah yang terdampak. 

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Ida Bagus Suadnyana ditemui Kamis (19/9/2019), mengatakan, kendati memasuki musim kemarau, Buleleng belum masuk dalam status darurat kekeringan.

Bantuan air bersih yang diberikan selama ini sebut Suadnyana, karena debit air seperti di wilayah Kecamatan Banjar yakni Desa Cempaga dan Kaliasem mengecil.

Sementara di wilayah Kecamatan Sawan mengalami krisis air bersih lantaran mesin pompa airnya rusak.

"Di Sawan sekitar 350 KK terdampak karena mesin pompa airnya meledak. Dari awal kemarau kami sudah memasok air bersih dengan mengerahkan mobil tangki yang kami punya. Setiap hari ada saja permintaan, sehingga personel pokso siaga bencana sampai tiga kali sehari memasok air bersih. Satu tangki berisi 15 ribu liter air bersih. Namun kalau medannya berbukit, setiap pengiriman bebannya dikurangi,” katanya.

Meskipun banyak desa di Buleleng mengalami krisis air bersih, namun mantan Camat Buleleng ini menyebut situasinya masih bisa ditangani dan tidak masuk dalam kategori darurat kekeringan.

Namun demikian, dirinya tidak menganggap enteng persoalan ini.

Apalagi perkiraan BMKG menyebut kemarau panjang masih terjadi sampai November 2019 mendatang. 

Sehingga tidak menututp kemungkinan memicu bertambahnya desa yang mengalami krisis air bersih.

Untuk itu, BPBD Buleleng pun menjalin kerja sama dengan Relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bali untuk membantu melakukan pendistribusian air bersih ke desa-desa yang terdampak. 

“Dengan bantuan ACT ini desa yang kami sasar bisa lebih banyak," jelasnya.

(*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved