Pelaku Penipuan Diamankan Polsek Densel, Raup Keuntungan Rp 500 Juta, Ini Modusnya

Pelaku Penipuan Diamankan Polsek Densel, Raup Keuntungan Rp 500 Juta, Ini Modusnya

Pelaku Penipuan Diamankan Polsek Densel, Raup Keuntungan Rp 500 Juta, Ini Modusnya
DOK POLSEK DENSEL
Pelaku Penipuan Diamankan Polsek Densel, Raup Keuntungan Rp 500 Juta, Ini Modusnya 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Diketahui ketiga pelaku penipuan ratusan juta yakni Irawan Sukma (41), Waholik (54), dan Armadi (42) telah diamankan Polsek Denpasar Selatan.

Saat ditanyai awak media, pelaku bernama Irawan Sukma mengakui aksinya sudah sejak tahun 2018 akhir di berbagai kota.

Selain di Bali yakni di Bandung dan Surabaya.

"Saya pernah melakukan aksi penipuan sebanyak 5 kali diantaranya di Bandung itu sekali dua kali dan di Surabaya sekali dan sisanya di Bali. Yang sukses itu kita pernah dapat Rp 400-500 juta," aku Irawan.

Kalau korban Ketut Sukerti (68) ini kita dapat Rp 100 juta dan dibagi kepada pelaku lainnya Rp 25 juta per orang," tambahnya saat dirilis di Polsek Densel, Jumat (20/9/2019)

Ia juga mengungkapkan bahwa perkumpulan ini memang berkeinginan melakukan aksi penipuan tersebut.

"Rinciannya gak tahu ya, kadang bisa sampai 10 orang lebih lah. Kita memang saling kenal dan saling kontak kalau waktu kerja melakukan aksi ini, tapi kalau sudah gak kerja ya hilang kontak," ujarnya.

Terkait cara mengelabui korban, ia mengatakan dengan cara berpura-pura menjadi turis asing dan memanfaatkan keinginan korban ketika diiming-imingi imbalan uang yang besar.

"Kan rata-rata ketika kita bujuk dan menunjukan uang dolar kepada korban, kan korban jelas menginginkan uang yang banyak. Dari sifat seperti itu lah yang kita manfaatkan dari korban," ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Densel, Kompol Nyoman Wirajaya menjelaskan, modusnya memang masing-masing peran ini bersama-sama bekerja sehingga 'mengeroyok' korban dengan berbagai masukan dan iming-iming keuntungan yang besar.

"Nah untuk meyakinkan korban, pelaku menggunakan beberapa mata uang asing yang nilainya paling kecil. Diantaranya Singapura, Brazil, Turki, Korut. Entah dari mana pelaku mendapatkan mata uang seperti ini, dan kita akan koordinasikan dengan Bank Indonesia, apakah mata uang asing ini betul-betul masih sah atau tidak," ungkapnya.

"Pelaku sudah beroperasi beberapa tahun ini, tahun lalu pelaku ini sukses dapat uang Rp 500 juta. Nah ini yang masih kita kejar juga. Kemudian kelompok ini jumlanya 10 orang. Satu kelompok terdiri dari 4-5 orang," tambahnya.

Diketahui, kini ketiga pelaku Irawan Sukma (41), Waholik (54), dan Armadi (42) telah diamankan.

Sedangkan pelaku Laila Safitri masih dalam pencarian.

Untuk barang bukti yang diamankan diantaranya, 126 lembar uang pecahan 1.000 dollar Brazil, 17 lembar uang pecahan 1.000 dollar Korea Utara, 10 lembar uang pecahan 1.000 dollar Afganistan, uang tunai pecahan Rp 100 ribu sejumlah Rp 10,3 juta, dan uang tunai pecahan seribu sejumlah Rp 1,2 juta.(*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved