Peringati Puputan Badung Ke-113, Pemkot Denpasar Gelar Maha Bandana Prasadha Selama Delapan Hari

Pemerintah Kota Denpasar menggelar serangkaian peringatan Puputan Badung ke-113 dengan kegiatan Maha Bandana Prasadha 2019

Peringati Puputan Badung Ke-113, Pemkot Denpasar Gelar Maha Bandana Prasadha Selama Delapan Hari
Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
Peringatan Puputan Badung ke-113 dengan kegiatan Maha Bandana Prasadha 2019 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, Jumat (20/9/2019). Peringati Puputan Badung Ke-113, Pemkot Denpasar Gelar Maha Bandana Prasadha Selama Delapan Hari 

Peringati Puputan Badung Ke-113, Pemkot Denpasar Gelar Maha Bandana Prasadha Selama Delapan Hari

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Kota Denpasar menggelar serangkaian peringatan Puputan Badung ke-113 dengan kegiatan Maha Bandana Prasadha 2019 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, Jumat (20/9/2019).

Peringatan Puputan Badung bertajuk 'Puputan Badung Diva Prabha Tandava' yang bermakna memuliakan taksu dengan semangat Puputan Badung.

Berbeda dari tahun sebelumnya, kegiatan tahun 2019 ini berlangsung selama delapan hari sejak 20-28 September 2019.

Kegiatan Maha Bandana Prasadha 2019 diawali parade budaya dari Puri Satria menuju ke Lapangan Puputan Badung.

Kemudian dibuka oleh Wali Kota Denpasar, IB Rai Dhamawijaya Mantra ditandai dengan penancapan keris di tempat menancapkan keris.

"Sekarang lebih banyak melibatkan orang agar lebih diketahui masyarakat luas dan acara harus lebih ditingkatkan. Karena kita mencari spirit agar lebih banyak berpengaruh kepada masyarakat," jela Rai Mantra.

Digelar di tempat yang ramai dengan tujuan untuk disosialisasikan kepada masyarakat agar mengetahui bahwa Kota Denpasar memiliki spirit Puputan Badung.

"Spirit produktivitas yang tinggi. Kalau dulu perang memakai senjata. Kalau sekarang perang memakai otak. Saya harap masyarakat bisa lebih produktif. Kompetisi menang dan kompetensi tinggi," harapnya

Pembukaan kegiatan menampilkan Tari Rejang, Tari Barong, Tari Baris, dan Tari Baris Tombak.

Juga terdapat kegiatan Parade Gong Kebyar dan kesenian Klasik yang bertempat di panggung hitam sebelah Selatan.

Parade Gong Gebyar dan Kesenian Klasik dimeriahkam oleh 4 sekaa Gong Kebyar Taman Kanak-Kanak, 12 Sekaa Gong Kebyar anak-anak, 8 Sekaa Gong Kebyar Wanita, 20 Sekaa Kesenian Klasik.

Selain itu, juga pameran kuliner dan kerajinan, Ngelawang, Joged Bumbung, Bondres, cipta karya bersama komikus, pementasan kesenian disabilitas, dan latihan kendang bersama maestro.

(*)

Penulis: Noviana Windri
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved