Puri Agung Klungkung Usulkan Ida I Dewa Agung Jambe Sebagai Pahlawan Nasional

Puri Klungkung mengusulkan Ida I Dewa Agung Jambe sebagai pehalawan nasional dari Klungkung

Puri Agung Klungkung Usulkan Ida I Dewa Agung Jambe Sebagai Pahlawan Nasional
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Seorang warga memandangi foto raja Klungkung Ida I Dewa Agung Jambe yang dipajang di Museum Semarajaya, Klungkung, Bali, Kamis (19/9/2019). Puri Agung Klungkung Usulkan Ida I Dewa Agung Jambe Sebagai Pahlawan Nasional 

Puri Agung Klungkung Usulkan Ida I Dewa Agung Jambe Sebagai Pahlawan Nasional

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Penglingsir Puri Agung Klungkung Ida Dalem Semaraputra, sangat bersemangat ketika menjelaskan perihal upaya memperjuangkan tokoh Klungkung sebagai pahlawan nasional.

Setelah usulannya dimentahkan dua kali oleh Kementerian Sosial, pihak puri kini beralih mengusulkan Ida I Dewa Agung Jambe sebagai pehalawan nasional dari Klungkung.

Hal ini bahkan sudah disepakati bersama pemerintah, tokoh masyarakat, budayawan dan juga sejarawan saat rapat bersama, Selasa (17/9/2019).

"Ida I Dewa Istri Kanya sudah dua kali diusulkan, dan dua kali juga mendapatkan respon negatif dari Kementerian Sosial. Sehingga kami akan alihkan pengajuannya ke Ida I Dewa Agung Jambe yang rekam jejak perjuangannya lebih jelas," ujar Ida Dalem Semaraputra ketika ditemui di kediamannya, Kamis (19/9/2019).

Ia menjelaskan, wacana menjadikan Ida I Dewa Istri Kanya sebagai pahlawan nasional sudah dimulai sejak tahun 1994 silam.

Seingatnya, sudah dua kali nama Ida I Dewa Istri Kanya diajukan ke Kementerian Sosial untuk dapat ditetapkam sebagai pahlawan nasional.

Namun keduanya ditolak Kemensos karena dianggap masih kurangnya bukti autentik yang menggambarkan sosok dari tokoh puri Klungkung tersebut.

Meski kesulitan mencari bukti autentik tentang perjuangan Ida Dewa Agung Istri Kanya, Pemkab Klungkung sudah memenuhi beberapa persyaratan umum untuk memperjuangkan ratu Klungkung tersebut sebagai pahlawan nasional, antara lain penggunaan nama Ida I Dewa Agung Istri Kanya sebagai nama Balai Budaya di Klungkung.

Kemudian pembuatan tari kolosal mengenai perjuangan Ratu yang berhasil mengalahkan pimpinan ekspedisi Belanda, Mayor Jenderal A VMichiels di tahun 1849.

Halaman
123
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved