Pengamat Sebut SKB Tari Sakral Prematur, Belum Ada Sosialisasi Sudah Diputuskan

Pengamat seni dan budaya menilai keluarnya Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Penguatan dan Perlindungan Tari Sakral Bali adalah prematur

Pengamat Sebut SKB Tari Sakral Prematur, Belum Ada Sosialisasi Sudah Diputuskan
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Ilustrasi - Pengamat Sebut SKB Tari Sakral Prematur, Belum Ada Sosialisasi Sudah Diputuskan 

Pengamat Sebut SKB Tari Sakral Prematur, Belum Ada Sosialisasi Sudah Diputuskan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pengamat seni dan budaya sekaligus pimpinan rumah budaya Penggak Men Mersi, Kadek Wahyudita, menilai keluarnya Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Penguatan dan Perlindungan Tari Sakral Bali adalah prematur.

Wahyudita beralasan, tidak ada sosialisasi apapun terlebih dahulu ke masyarakat tentang SKB itu, sehingga para seniman agak terkejut dengan langsung munculnya SKB.

Ia berharap pemerintah tidak terburu-buru, dan seharusnya dibuatkan dulu forum dialog dan wacana sebelum melangkah ke keputusan.

Dengan begitu, kata Wahyudita, masyarakat khususnya seniman tari sakral bisa bersiap-siap.

Selain itu, sebuah keputusan memang harus diawali dengan sosialisasi, diskusi, dibuatkan tesis kemudian muncul antitesis, dan baru dibuatkan sintesisnya.

Selama ini, pihaknya juga tidak dilibatkan dalam pembahasan SKB tersebut.

“Jadi, semestinya ada sejenis wacana dulu lah, baru kita melihat respon masyarakat seperti apa. Keputusan ini sangat cepat dan banyak orang yang menganggap SKB ini masih prematur,” ujar Wahyudita di Denpasar, Jumat (20/9/2019).

Ia menjelaskan, keluarnya SKB itu memunculkan beberapa hal yang memantik keresahan masyarakat.

Salah-satunya, keresahan dari mereka yang bergelut dengan bentuk-bentuk seni, khususnya seni tari sakral, apalagi yang kegiatan seni itu jadi sumber kehidupan atau pendapatan mereka.

Halaman
1234
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved