Berita Banyuwangi

500 Pemancing Meriahkan Banyuwangi Fishing Festival

Pada akhir pekan ini, terdapat 500 lebih pemancing dari berbagai kota di Indonesia mengikuti kompetisi mancing selama dua hari, di Pantai Grajagan

500 Pemancing Meriahkan Banyuwangi Fishing Festival
haorrahman
Fishing Festival di Pantai Grajagan, Banyuwangi, 21-22 September. 

TRIBUN-BALI-COM - Fishing Festival memeriahkan agenda wisata Banyuwangi Festival.

Pada akhir pekan ini, terdapat 500 lebih pemancing dari berbagai kota di Indonesia mengikuti kompetisi mancing selama dua hari, di Pantai Grajagan, Banyuwangi, 21-22 September.

Lomba memancing di perairan Pantai Grajagan, Kecamatan Purwoharjo ini, tidak hanya diikuti peserta dari Banyuwangi. Animo peserta juga datang dari Banjarmasin, Banten, Bali, Surabaya, hingga Malang.

"Meski baru digelar kali kedua, kami surprise, ternyata para mancing mania yang ikut kompetisi ini datang dari berbagai kota di Indonesia," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Menurut Anas, lomba mancing ini adalah bagian dari pengembangan wisata bahari di Banyuwangi.

Pantai Grajagan yang berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia ini dikenal sebagai tempat hidup bagi ikan-ikan karang.

Dari Timun hingga Lemon, Bahan Alami Ini Bantu Atasi Kulit Siku dan Lutut yang Menghitam

2 Link Live Streaming Timnas U-16 Indonesia vs China, Lawan Sepadan Bagi Skuat Asuhan Bima Sakti

"Dengan garis  pantai yang terpanjang di Jawa Timur, potensi bahari kami sangatlah besar. Tidak hanya memperbaiki fasilitas pantai, namun beragam atraksi kami gelar untuk menarik wisatawan minat khusus. Seperti lomba mancing ini, yang sasarannya para pemancing dari seluruh nusantara," kata Anas.

Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko menambahkan kompetisi mancing ini adalah upaya dari Banyuwangi untuk menjaga kelestarian laut Banyuwangi.

“Dengan banyaknya titik pantai yang bisa menjadi tempat wisata seperti ini, maka akan terbentuk kelompok sadar wisata yang ikut menjaga pantai dan ikut serta membersihkannya,” jelasnya.

Munculnya Fenomena Langit Merah di Jambi Kagetkan Warga Setempat, Begini Analisis Pakar

"Tak lupa, kami tak bosan mengajak warga masyarakat untuk mengurangi sampah plastik, khususnya di laut. Mulai sekarang ayo kita diet plastik, kalau tidak mulai sekarang, diperkirakan 2030 permukaan laut tertutupi plastik. Kita tentunya tidak mau kan laut kita tercemari plastik," ajak Wabup Yusuf. 

Halaman
12
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved