Merunut Jejak Soe Hok-Gie, Ceritanya tentang Gunung Semeru dan Lembah Mandalawangi

Hok Gie meninggal di gunung tertinggi Pulau Jawa karena menghirup gas beracun, beberapa jam sebelum genap berusia 27 tahun.

Merunut Jejak Soe Hok-Gie, Ceritanya tentang Gunung Semeru dan Lembah Mandalawangi
Dokumentasi Mapala UI
Foto Soe Hok-Gie yang ditemukan di Sekretariat Mapala UI, Depok, Jawa Barat. Soe Hok-Gie merupakan salah satu pendiri Mapala UI sekaligus aktivitis yang turut berperan dalam aksi long march dan demo besar-besaran pada tahun 1966. Mapala UI sebagai salah satu pelopor pencinta alam di Indonesia, memiliki foto-foto yang menjadi bagian sejarah kepencintaalaman di Indonesia 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Aktivis dan penulis Soe Hok Gie berangkat menuju Gunung Semeru pada 12 Desember 1969.

Bersama temannya, Aristides, Herman Onesimus Lantang, Abdurrachman, Anton Wijana, Rdy Badil, dan dua anak didik Herman Idhan Dhanvantari Lubis serta Freddy Lodewijk Lasut, Hok Gie berangkat dari Stasiun Gambir pukul 07.00 ke Stasiun Gubeng Surabaya.

Pendakian kali ini istimewa bagi Hok Gie, lantaran pada 17 Desember ia akan merayakan ulang tahun ke-27.

Dalam buku Seri Buku Tempo: Gie dan Surat Surat yang Tersembunyi terbitan Kepustakaan Populer Gramedia bekerja sama dengan Tempo Publishing dijelaskan runut pendakian Gie di Gunung Semeru yang berujung petaka.

Tim berbekal buku terbitan Belanda tahun 1930 tentang panduan Naik Semeru.

Mereka menggunakan jalur yang tak umum.

Anang Hermansyah & Ashanty Jual Rumah Mewahnya, Begini Komentar Krisdayanti

Hanya Butuh 6 Menit, Cara Sederhana Ini Ampuh untuk Lepaskan Stres sampai 68 Persen

Jika biasanya penduduk mendaki menggunakan Desa Ranupane dengan jalur landai, tim mendaki lewat Kali Amprong mengikuti pematang Gunung Ayek Ayek, sampai turun ke arah Oro Oro Ombo.

Tiba di Oro Oro Ombo, tim mendirikan kemah.

Di sini rekan Hok Gie, Aristides bermimpi buruk.

Ia mimpi terjadi kecelakaan di gunung dan melihat tiga mayat. Kisah mimpinya ia simpan rapat agar kawan pendakiannya tak menjadi kecut.

Halaman
1234
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved