Selain Menjadi Penghasil Lobster, Kini Yeh Gangga Kembangkan Wahana Rekreasi Air

Selain dikenal sebagai penghasil lobster, Desa Adat Yeh Gangga, Tabanan, kini sedang mengembangkan wahana wisata air.

Selain Menjadi Penghasil Lobster, Kini Yeh Gangga Kembangkan Wahana Rekreasi Air
dok. ist.
Sejumlah pengunjung saat menikmati wahana wisata air di Desa Adat Yeh Gangga, Desa Sudimara, Tabanan, belum lama ini. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Selain dikenal sebagai penghasil lobster, Desa Adat Yeh Gangga, Tabanan, kini sedang mengembangkan wahana wisata air.

Saat ini sedikitnya sudah ada 13 wahana yang dioperasikan oleh sekaa demen (komunitas) setiap harinya.

Untuk sementara, wahana ini cukup banyak diburu saat weekend.

Wahana tersebut antara lain enam unit wahana bebek-bebekan dan tujuh unit jukung tradisional yang dioperasikan di sepanjang Sungai Yeh Empas menuju Pantai Yeh Gangga untuk para warga yang ingin berwisata air.

Selain sebagai wisata kreasi baru, wahana ini juga untuk menjaga alam atau dengan membersihkan areal sungai atau mereresik sampah plastik.

"Kami buka setiap hari, namun yang lebih banyak berkunjung saat akhir pekan," ucap Bendesa Adat Yeh Gangga, I Wayan Dolia, Mingu (22/9/2019).

Dia menjelaskan, awalnya pengembangan wisata air ini digagas oleh sekelompok nelayan yang memiliki lebih dari dua jukung.

Mereka kemudian berkumpul dan menyebutnya Sekaa Demen untuk menyediakan wahana rekreasi air. Itu dilakukan sekitar sebulan (Agustus) lalu.

Saat ini sudah ada tujuh orang yang bergabung untuk pengembangan ini.

"Lokasinya di sebelah timur pantai, sekarang sudah mulai banyak yang datang. Karena kami juga titipkan pesan agar tetap menjaga kebersihan alam terutama di areal Yeh Gangga ketika berkunjung. Itu tujuannya agar Yeh Gangga bebas dari plastik juga," katanya sembari menyatakan para pedagang di areal Pantai Yeh Gangga juga kecipratan dengan adanya pengembangan wisata air ini.

Tarif menyewa wahana air ini masih terjangkau, yaitu sewa jukung untuk dewasa hanya merogoh kocek Rp 10 ribu, dan anak-anak Rp 5 ribu. Kemudian sewa bebek untuk dewasa (dua orang) hanya merogoh Rp 25 ribu saja.

"Untuk rutenya kita tak tetapkan waktu tapi akan menikmati wahana sepanjang satu kilometer sepanjang sungai itu," sebutnya.

Disinggung mengenai keamanan wisatawan, Dolia menyatakan sudah direncanakan yakni dengan menyiapkan life jacket (jaket pengaman).

"Sehingga masyarakat diharapkan tidak takut dan ragu untuk mencoba wahan baru yang tujuanya juga untuk mempromosikan Pantai Yeh Gangga," tandasnya. (*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved