WIKI BALI

TRIBUN WIKI-I Komang Arsana, Seniman Asal Jembrana yang Tak Kenal Lelah Lestarikan Seni Dharma Gita

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali juga turut mengapresiasi dengan memberikan tanda Penghargaan Pengabdi Seni dalam perhelatan Pesta Kesenian Bali

TRIBUN WIKI-I Komang Arsana, Seniman Asal Jembrana yang Tak Kenal Lelah Lestarikan Seni Dharma Gita
Dokumentasi Dinas Kebudayaan Provinsi Bali
I Komang Arsana 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dharma Gita biasanya secara khusus dilantunkan saat berlangsungnya ritus keagamaan.

Mendalami seni dharmagita tentunya bukan perkara mudah, karena dibutuhkan kepiawaian dalam melantunkan
nada-nada serta pendalaman tentang pengetahuan keagamaan.

Seniman asal Kabupaten Jembrana, I Komang Arsana (66) tanpa kenal lelah terus berupaya melestarikan seni dharma gita.

Di usianya yang kini tak lagi muda, Arsana tetap tekun dalam seni dharma gita, khususnya sloka dan kakawin.

Pria kelahiran 20 Januari 1953 ini sudah sangat lama menekuni seni geguritan membaca sloka dan kakawin.

Kemampuannya dalam olah vokal dan kecakapannya pada sastra menbuatnya menorehkan banyak prestasi yang mengembirakan.

Terkuak, Dari Surat Wasiat Wayan Sutarsa Polisi Temukan Mayat Wanita Ini, Diduga Tewas Dibunuh

500 Pemancing Meriahkan Banyuwangi Fishing Festival

Tercatat suami dari Dayu Kade Utari ini pernah mewakili Kabupaten Jembrana dalam Utsawa Dharma Gita tingkat provinsi dalam Lomba Kekawin tahun 1986.

Saat itu prestasi membanggakan ia raih dengan berhasil menggondol juara 1.

Di tahun dan perhelatan yang sama, Arsana juga mengikuti bidang lomba membaca sloka dengan hasil keluar sebagai juara 2.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved