Bandara Terdampak Kabut Asap Karhutla di Sumatera Beroperasi Normal

Sejumlah bandara masih terdampak kabut asap namun tidak sampai mengganggu operasional bandara dan penerbangan

Bandara Terdampak Kabut Asap Karhutla di Sumatera Beroperasi Normal
KOMPAS.COM/IDON
Petugas BPBD Riau memadamkan api karhutla di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Selasa (17/9/2019). Bandara Terdampak Kabut Asap Karhutla di Sumatera Beroperasi Normal 

Bandara Terdampak Kabut Asap Karhutla di Sumatera Beroperasi Normal

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, SUMATERA – Kabut asap akibat karhutla (kebakaran hutan dan lahan) masih muncul di sebagian wilayah Sumatera, sehingga jarak pandang sangat rendah mencapai kurang dari 1.000 meter, masih terjadi di sejumlah bandara.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dari Kantor Otoritas Bandar Udara (OBU) Wilayah II Medan dan Wilayah VI Padang, sejumlah bandara masih terdampak kabut asap namun tidak sampai mengganggu operasional bandara dan penerbangan.

Pelaksana Harian Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Dadun Kohar mengatakan, hingga saat ini Ditjen Hubud terus memantau dan berkoordinasi dengan Otoritas Bandar Udara, Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU), serta stakeholder penerbangan yang wilayahnya terdampak asap.

“Kami terus memonitoring, melakukan koordinasi dan meng-update kondisi yang terjadi di masing-masing bandara terdampak, dan personel di bandara agar terus bersiaga dan waspada, pastikan keselamatan dan keamanan penerbangan adalah nomor satu,” ujar Dadun, Senin (23/9/2019), melalui keterangan tertulisnya.

Sementara itu Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah II Medan, Bintang Hidayat menyampaikan, Bandara Kualanamu Medan dan Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru memiliki jarak pandang minimum (visibility below minimum/VBM) 800 m.

Sehingga apabila di bawah VBM, maka pesawat tidak boleh melakukan take off dan landing.

“Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru saat ini memiliki visibility sekitar 600 meter, bandara tetap beroperasi normal namun untuk terjadi penundaan (delay) sampai VBM terpenuhi,” ujar Bintang.

Kepala Kantor OBU Wilayah VI Padang, Agoes Soebagio menambahkan, hal yang serupa juga terjadi di beberapa bandara di wilayah kerjanya.

"Di wilayah kerja Otban VI, seluruh operasional bandara masih berjalan normal,” jelas Agoes.

Seperti diketahui, bahwa kebakaran hutan dan lahan terus berlangsung, apabila jarak pandang tidak memenuhi dapat mengganggu aktivitas penerbangan.

(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved