Keengganan Wisman Datang ke Bali Akibat RKUHP, Celah Bagi Negara Kompetitor

Keengganan wisatawan mancanegara berkunjung ke Bali akibat adanya Revisi Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) nampaknya dimanfaatkan negara lain

Keengganan Wisman Datang ke Bali Akibat RKUHP, Celah Bagi Negara Kompetitor
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Ketua BTB Ida Bagus Agung Partha Adnyana (putih) saat melakukan konferensi pers bersama Wagub Cok Ace dan Wakil Ketua Bidang Hukum PHRI Bali Putu Subada Kusuma di Ruang Rapat Praja Sabha Kantor Gubernur Bali, Senin (23/9/2019). Keengganan Wisman Datang ke Bali Akibat RKUHP, Celah Bagi Negara Kompetitor 

"Saya minta dicatat, (tapi) mereka belum ada report," tuturnya.

Agung Partha mengatakan, sampai saat ini baru diketahui ada satu perusahaan yang memanfaatkan gejolak kepariwisataan Bali akibat RKHUP ini.

Namun, meski baru satu perusahaan, penurunan wisatawan ke Bali sudah dirasakan sangat signifikan.

Baginya, hal ini sangat berbahaya bagi market kepariwisataan Bali apabila tidak segera ditangani.

Ditakutkan terjadi kekosongan wisatawan di pasar kepariwisataan Bali untuk bulan Oktober hingga Desember mendatang.

Dirinya menambahkan, dalam menjalankan bisnis kepariwisataan, Bali memang head to head dengan negara lain seperti Thailand dan Malaysia, bukan dengan provinsi di negara tersebut.

"Itu kenyataan yang ada," tuturnya.

Sejauh ini, kunjungan wisatawan dari berbagai negara seperti China dan Eropa sedang rendah, sementara kunjungan dari Thailand dan Malaysia sedang mengalami penurunan sangat tinggi.

Dirinya menyebut, satu-satunya jalan mengatasi hal tersebut yakni berupaya meningkatkan kunjungan wisatawan Australia.

Namun wisatawan ini juga diperebutkan oleh negara-negara tetangga yang menjadi kompetitor.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved