Kehabisan Uang dan Tak Bisa Pulang, Krasimir Terlibat Pembobolan Data ATM

Kejahatan pencurian data dan uang nasabah Bank Mandiri mengunakan skimmer di mesin anjungan tunai mandiri (ATM) seolah tak ada habisnya.

Kehabisan Uang dan Tak Bisa Pulang, Krasimir Terlibat Pembobolan Data ATM
Tribun Bali/Rizal Fanany
Terdakwa Krasimir Stoykov Stoykov WNA Bulgaria usai menjalani sidang kasus skimming ATM di Pengadilan Negeri Denpasar,Senin (23/9/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kejahatan pencurian data dan uang nasabah Bank Mandiri mengunakan skimmer di mesin anjungan tunai mandiri (ATM) seolah tak ada habisnya.

Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Senin (23/9/2019) kembali mengadili perkara pembobolan data dan skiming, di mana pelaku Warga Negara Asing (WNA) asal Bulgaria.

Adalah Krasimir Stoykov Stoykov (42) yang didudukan di kursi pesakitan sebagai terdakwa.

Terdakwa yang bekerja sebagai agen asuransi Doverie di Bulgaria ini menjalani sidang dakwaan.

Ia didakwa karena nekat membobol mesin ATM Mandiri lantaran kehabisan uang untuk beli tiket pulang ke negara asalnya.

"Terdakwa dengan sengaja dan tanpa hak melawan hukum mengakses komputer atau sistem elektronik milik orang lain dengan cara apapun," jelas Jaksa Penuntut Umum (JPU) Siti Sawiyah saat membacakan surat dakwaan dihadapan majelis hakim pimpinan majelis Heriyanti.

Kantor Staf Kepresidenan Kompilasi Strategi Pembangunan Banyuwangi

Terperosok Masuk Pasar, Pengemudi Pickup Dilarikan ke UGD

Atas perbuatannya itu, Jaksa Siti Sawiyah menjerat terdakwa Krasimir Stoykov dengan Pasal 46 ayat (1) juncto Pasal 30 ayat (1) UU RI No.19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik, lengkap dengan perubahannnya.

Pula dijelaskan dalam surat dakwaan, mulanya, terdakwa bertemu dengan temannya bernama Mihael di restaurant Canggu, Senin, 8 Juli 2019 sekitar pukul 12.00 Wita.

Terdakwa bertemu bermaksud untuk meminjam uang. Namun saat itu Mihael berjanji akan memberikan uang tapi dengan syarat terdakwa harus bekerja sama dengan Mihael.

"Terdakwa bertanya kepada Mihael tentang kerja sama tersebut, dan disampaikan Mihael apabila terdakwa mau mengambil kamera tersembunyi di mesin ATM Bank Mandiri maka terdakwa akan diberikan uang sebesar Rp 11 juta," ungkap Jaksa Siti Sawiyah.

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved