Pacu Anak Muda Agar Mau Belajar Menenun, Ketut Rajin Berharap Generasi Penenun Tak Punah

Owner Pertenunan Artha Dharma, I Ketut Rajin sangat berharap ada regenerasi penenun di Bali

Pacu Anak Muda Agar Mau Belajar Menenun, Ketut Rajin Berharap Generasi Penenun Tak Punah
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
TENUN - Ketut Rajin saat memperlihatkan produk tenunnya, belum lama ini. Pacu Anak Muda Agar Mau Belajar Menenun, Ketut Rajin Berharap Generasi Penenun Tak Punah 

Pacu Anak Muda Agar Mau Belajar Menenun, Ketut Rajin Berharap Generasi Penenun Tak Punah

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Owner Pertenunan Artha Dharma, I Ketut Rajin sangat berharap ada regenerasi penenun di Bali.

Pasalnya saat ini, kata dia, sangat sulit menemukan penenun di Bali.

Padahal menenun juga merupakan salah satu budaya masyarakat Pulau Dewata.

Ketut Rajin memulai usaha menjual songket dan endek sejak 2002.

Usaha ini ia wariskan dari ibunya yang pandai menenun.

“Selain sebagai usaha dagang, pilihan menjual kain tenun juga untuk menggairahkan dan upaya melestarikan budaya yang hampir punah ini,” katanya kepada Tribun Bali, Minggu (22/9/2019).

Buktinya, selain menggunakan alat modern untuk menenun endek dan songket, ia juga menggunakan alat tradisional seperti cagcag.

“Yang paling lama prosesnya memang pakai cagcag, tergantung desain, kalau sederhana untuk proses pembuatan satu lembar kamen bisa selesai dalam satu bulan. Kalau rumit bisa sampai tiga bulan,” sebutnya.

Kemudian proses pewarnaan juga menentukan, apabila dengan bahan kimia, prosesnya lebih cepat.

Halaman
12
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved