Pemedek Lari Saat Melihat Api, Lahan Kering di Pura Bukit Kursi Terbakar

Lahan kering di Pura Bukit Kursi Buleleng terbakar, beruntung upaya pemadaman cepat dilakukan, sehingga api tidak sampai menjalar ke areal pura

Pemedek Lari Saat Melihat Api, Lahan Kering di Pura Bukit Kursi Terbakar
Polsek Gerokgak
Lahan kering di sekitar Pura Bukit Kursi, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali, terbakar, Sabtu (21/9/2019) malam. Pemedek Lari Saat Melihat Api, Lahan Kering di Pura Bukit Kursi Terbakar 

Pemedek Lari Saat Melihat Api, Lahan Kering di Pura Bukit Kursi Terbakar

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Lahan kering di sekitar Pura Bukit Kursi, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali, terbakar, Sabtu (21/9/2019) sekira pukul 22.00 Wita.

Beruntung upaya pemadaman cepat dilakukan, sehingga api tidak sampai menjalar ke areal pura.

Kapolsek Gerokgak, Kompol I Made Widana, Minggu (22/9/2019), mengatakan, saat kebakaran terjadi, ada sejumlah pemedek yang melakukan persembahyangan di Pura Bukit Kursi.

Mereka pun kontan berlarian keluar, mengingat api kian membesar.

Beruntung tidak ada korban dalam kejadian ini.

"Yang terbakar itu rumput atau semak belukar," jelasnya

Sementara upaya pemadaman, sebut Kompol Widana, dilakukan oleh warga sekitar dengan bantuan air dari pura, yang dialirkan dengan menggunakan mesin pompa air.

Meski api telah berhasil dipadamkan, namun sejumlah anggota, kata Kompol Widana, saat ini tetap ditugaskan melakukan pemantauan.

Hal ini dilakukan mengingat kondisi angin yang bertiup kencang, sehingga dikhawatirkan dapat memicu percikan api. 

"Belum diketahui berapa luas lahan yang terbakar. Anggota saat ini masih standby di pura untuk mengantisipasi api berkembang. Di atas itu kan banyak rumput-rumput yang kering. Kami khawatir dengan kondisi angin yang kencang ini bisa menimbulkan gesekan antara rumput yang kering itu, sehingga timbul percikan api," terangnya. 

Saat ini, imbuh Kompol Widana, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab terjadinya kebakaran.

"Kami belun tahu apakah faktor alam, atau karena ulah manusia. Masih kami selidiki. Untuk kerugian nihil. Lokasi kebakaran jauh dari pemukiman warga," tuturnya.

(*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved